Part 22

1125 Kata

Wanita yang dibalut dress merah dengan belahan d**a rendah hingga hampir  mempertontonkan apa yang ada di dalamnya itu melangkah mendekati meja sekretaris tempat Alesya berada. Dengan bibir ranum yang dilapisi lipstick berwarna merah darah, serta make up yang cukup tebal itu, ia tersenyum pada Alesya. “Aku ingin bertemu Kent,” ucapnya sesaat setelah ia berada dihadapan Alesya. “Kau sudah mempunyai janji dengannya, Nona?” tanya Alesya seraya mengeryitkan dahinya. Melihat dandanannya seperti ‘itu’, mustahil bahwa ia client Kent. “Tidak dan tidak perlu,” ujar wanita itu dengan sombong dan berusaha masuk ke ruangan Kent. Melihat itu, Alesya dengan sigap menahan tangan wanita itu. “Maaf, tapi jika kau ingin menemuinya kau harus memiliki janji terlebih dahulu. Karena Tuan Kent terlalu sibuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN