Part 5

829 Kata
Alesya dan Kent masuk ke dalam lift bersama, akhirnya Alesya setuju untuk ikut dengan Kent ke Manhattan—setelah bos besarnya meyuruhnya walaupun Alesya tidak menginginkannya, lagi pula, perintah Kent tidak dapat di ganggu gugat. Lebih baik ikut ke Manhattan selama satu minggu dibanding ia harus kehilangan pekerjaannya. Kent mengancam akan memecat Alesya bila ia tidak ikut ke Manhattan. Ting! Lift sudah sampai di lantai bawah mereka segera menuju mobil mewah Kent yang sudah terparkir di depan lobby. Di perjalanan hanya sunyi yang menemani, hingga sampailah mereka di bandara. Dan disana sudah terdapat pesawat pribadi milik keluarga Wijaya. “Wow...” Hanya itu yang dapat Alesya ucapkan saat melihat pesawat pribadi milik Kent. “Kau baru pertama kali melihat ini?” tanya Kent karena melihat wajah Alesya yang terlalu polos. “Tidak, aku pernah melihatnya di film.” Kent terkekeh medengar jawaban yang dilontarkan Alesya. “Apa? Kenapa kau tertawa?” “Di film? Bukan secara nyata, itu berarti, ini pertama kali kau melihat jet pribadi,” ucap Kent sambil terkekeh. “Terserah kau saja,” jawab Alesya sambil memutar bola matanya dan Kent kembali terkekeh. “Film apa jika aku boleh tahu?” Here we go again, teruslah mengorek semua hal tentang sekretarismu, Kent. Teruslah bertanya. “Fifty Shades Of Grey,” jawab Alesya dan membuat Kent membelalakan matanya. Disana sebuah helikopter, Alesya, bukan jet. Harusnya Kent mengatakan hal tersebut, bukannya menunjukan ekspresi aneh karena ia kelewat terkejut. “Kenapa ekspresimu seperti itu?” “Kau menonton film itu?” tanya Kent, Alesya mengerutkan dahi, merasa tidak ada yang salah jika ia menonton film yang dibintangi Jamie Dornan dan Dakota Johnson itu. “Kenapa?” “Memangnya kau sudah cukup umur? Film itu untuk dua puluh satu tahun ke atas? Berapa umurmu sekarang?” tanya Kent sambil tersenyum mengejek. What? Jadi Kent tidak percaya bahwa ia sekarang sudah besar? Maksudnya, wanita dewasa? Umurnya sudah dua puluh satu tahun. Bloody hell... “Tuan Kent Putra Wijaya yang terhormat, aku. Alesya Safira sudah berumur dua puluh satu tahun. Aku sudah boleh menonton film itu!” ucap Alesya dengan kesal. Sementara, Kent hanya tersenyum miring menanggapinya. Kent masuk ke pesawat pribadinya dan disusul Alesya. Pretty Cool.. interiornya benar – benar mewah. Saat mereka masuk, mereka di sambut oleh pramugari cantik berambut pirang dengan belahan d**a yang rendah sambil menampilkan senyum menggoda pada Kent. Memuakkan. Alesya juga baru mengetahui jika keluarga Kent juga berbisnis di dunia pesawat terbang. Jadi tidak heran bahwa mereka sangat mudah bermobilisasi. “Selamat siang, Tuan Kent,” sapa si pramugari ’penggoda’ tersebut dan mendelikkan matanya pada wanita di samping Kent. Alesya. Dan Kent? Hanya menganggukan kepalanya. Tanpa tersenyum. Tanpa melirik. Dan melewatinya begitu saja. Take that, b***h! batin Alesya. *** Bosan. Itu yang Alesya rasakan sekarang, ditambah ia belum makan sedari tadi. Itu semakin menambah penderitaanya. Jika kau tanya dimana Kent? Pria itu sedang ‘bersenang – senang’ dengan tumpukan laporan di hadapannya. Sedangkan, Alesya sudah terlebih dahulu menyelesaikan pekerjaannya, jadi, apapun yang sekarang dikerjakan oleh Kent, bukan urusannya. Kriuk.. “Sepertinya ada yang lapar,” ejek Kent. Dia merasa bersalah karena tidak memperhatikan wanita itu, ia tidak menyadari bahwa wanita itu memang belum makan dari tadi. “Aku tidak lapar, Kent,” ucap Alesya. Kent menghela napas, memangnya Alesya pikir dirinya tidak mendengar bunyi perutnya? “Tapi, tadi aku mendengar suara perutmu, kasihan cacing-cacing di perutmu bila tidak diberi makan.” Menggoda wanita ini akan menjadi salah satu kegiatan favoritnya kelak. Kent yakin itu. “Kau tahu, Kent? Kau adalah pria paling rmenyebalkan yang pernah aku temui.” “Kau tahu, Alesya? Kau adalah wanita terlugu dan terdingin yang pernah aku temui,” balas Kent mengikuti gaya bicara Alesya. Alesya yang mendengarnya hanya mendengus tidak suka. Ketika Alesya ingin membalas lagi, makanannya sudah datang. Akhirnya, Alesya menghabiskan makanannya dalam diam. Setelah makanannya habis, bosan kembali menyerangnya. “Kent?” tanya Alesya. Lalu ia melihat Kent segera menutup laptopnya. Dan menghampiri Alesya dan duduk di sebelahnya. “Ada apa, Safira?” tanya Kent dengan lembut, tidak seperti biasanya, nada bicaranya kali ini memang benar – benar lembut. Blush... pipi Alesya merona. Ada yang aneh saat Kent meamnggilnya seperti itu. Nama belakangnya—Alesya yakin belum pernah ada seseorang yang memanggilnya seperti itu. Alesya berdeham untuk menormalkan detak jantungnya. “Berapa lama lagi kita akan sampai?” “Mungkin empat sampai lima jam lagi. Tidurlah, kau pasti lelah.” Alesya tidak menurutinya. Ia kembali bertanya, “Jika wanita yang kau temui kemarin adalah kembaranku, bagaimana menurutmu?” Kent menatap mata Alesya, dan berkata, “Aku tidak tahu jika kau memiliki seorang kembaran.” Alesya memutar bola matanya. “Aku tidak mengatakannya. Hanya, jika aku memilikinya.” “Aku tidak masalah dengan itu, hanya saja mungkin aku akan bertanya – tanya kenapa kau perlu menyembunyikan hal itu.” Alesya mengangkat bahunya. Ia sedikit lega karena Kent tidak mempermasalahkan itu, dan bersyukur jika Kent belum mengetahuinya sampai sekarang. “Tidurlah, Alesya.” Akhirnya, Alesya menuruti perintah Kent. Ia tertidur dengan Kent yang ada disampingnya.  Sangat damai. Ada beberapa helai yang menutupi wajahnya. Kent memandanginya cukup lama. Kemudian ia mengambil selimut dan memposisikan kursi yang di tempati Alesya menjadi lebih nyaman. Cantik. Satu kata itu yang mewakilkan apa yang ada di pikirannya. Tak lama kemudian, Kent juga ikut tertidur. Sangat lelap dan nyenyak. Dengan wajah tampannya yang juga terlihat sangat damai. Tanpa mereka sadari, posisi mereka sangat dekat, tanpa sengaja tangan Kent memeluk tubuh ramping Alesya dan kepala Alesya berada di pundak Kent. Romantis! Siapapun yang melihat pasti akan menyangka bahwa mereka sepasang kekasih. Mereka benar – benar nyaman dan damai. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN