"Temen gue di Bogor bisa perbaikin laptop dalam sehari. Tapi kita harus bawa sendiri." Naya berdiri di depan kamar Arsya. Tas ransel di punggung. "Lu siap?" Arsya mengangguk. Hatinya berdebar. Pertama kali pergi keluar kota berdua dengan Naya. Lira memeluk kaki Arsya. "TUAN, JANGAN TINGGALKAN AKU!" Matanya berkaca-kaca. "Aku bisa ikut! Aku bisa menyamar sebagai tas!" "Lira. Ini cuma sehari." "Tapi—" "Kamu jaga kosan." Arsya tegas. "Jangan sentuh kompor. Jangan ajak Bima belajar ritual Excel. Dan tolong... jangan buka pintu untuk siapa pun." "Tapi bagaimana jika ada penyusup? Atau roh administrasi datang untuk KTP?" "Tidak akan ada roh administrasi." Lira mengeluarkan tas kecil berisi benda aneh. "Siapkan perlengkapan bertahan hidup untuk Tuan!" Ia mengeluarkan: 1. Botol air

