Bab 18. Diculik

1102 Kata

"Pah, kenapa Papah mengubah pembagian warisan lagi?" Kami semua menoleh ke sumber suara, suara ibu mertuaku yang mengajukan protes. Tentu saja dia protes, dia kan anak kandung Ferdi. Tetapi, kalau mama Friska sadar diri dan tahu diri, harusnya jangan protes. Dalam diri Ferdi tidak ada setetes pun darah keluarga Adiwiguna. "Memangnya kenapa kalau aku rubah lagi? Toh baru sekadar surat pernyataan belum di sah-kan oleh notaris." Jawaban Opa membuat ibu mertua sangat geram. Wajahnya memerah karena menahan emosi. Tanpa banyak kata, ibu mertua pergi meninggalkan ruangan ini. "Tante! Tante Friska." Chika menyusul mama Friska yang pergi meninggalkan kami. Begitu pula Oma. Ah lebih bagus mereka semua tidak ada di ruangan ini. Hatiku tidak terlalu sakit jika mereka bicara. "Salsa, bagaimana k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN