(Chapter ini gak ada hubungan dengan chapter sebelumnya.) Mahkota dikepalaku hanyalah sebuah olokan untuk ketidakberdayaanku.. Perhiasaan yang melekat di leherku adalah sebuah jerat tambang yang sewatu-waktu dapat membunuhku.. Gelar permaisuri hanyalah gelar dari yang terukir pada batu nisanku.. Apa yang bisa kubanggakan dari semua itu? Quinmelody *** Nafas nya tersendat saat sesak mendera rongga dadanya, entah sejak kapan ia mulai berlari dan menjajarkan langkah dengan lelaki di depan nya saat orang-orang itu mulai mengejar mereka. Evelyn terus berlari hingga makin masuk kedalam hutan, sedangkan orang-orang berkuda itu masih mengejarnya, lelaki di depan nya pun masih menarik nya untuk terus berlari. "Siapa mereka? Kenapa mereka mengejar kita?" tanya Evelyn yang saat itu panik dan

