CHAPTER 14 KEPUTUSAN BERAT

667 Kata
            Yudi dan Aida sudah berada di Bandara Cairo. Di satu bagian gedung itu tampak ramai oleh orang-orang yang merupakan keluarga korban kecelakaan pesawat. Mereka berkumpul di Kantor Bandara tepatnya berada di lobi Kantor bandara. Ada yang duduk termenung, ada yang berkerumun, di sudut lain ada yagn sedang terisak. Mereka terpukul, berduka atas musibah yang terjadi. Yudi mencoba mencari informasi dengan menghampiri meja resepsionis yang berada tepat setelah pintu masuk lobi.             “ Assalamualaikum... Good morning, Sir.“ Ujar Yudi pada petugas resepsionis.             “ Waalaikumsalam. Good Morning. Can I help you, sir?” balas Petugas itu.             “ We are looking forward any information about the recent aircraft accident, sir. We are the relatives of two Indonesian passengers.” Lanjut Yudi lagi. Aida berdiri di belakang Yudi dengan wajah cemas yang tak bisa ia sembunyikan.             “ I see. Tapi, untuk saat ini kami belum bisa menyediakan informasi apapun mengenai itu. Pihak bandara, maskapai, dan asuransi akan mengadakan Press Conference untuk rilis berita resminya. Kalian sebaiknya menunggu sampai pihak-pihak yang berwenang merilis informasi resmi. Silahkan menunggu di ruang sebelah sana Pak. “ jelas petugas itu singkat, sembari menunjuk ke arah sebuah ruangan yang lebih luas dan terdapat beberapa kursi tunggu panjang. Tampak nya mereka sudah mempersiapkan ruangan itu sebelumnya. Kesanalah mereka berjalan, lalu mengambil posisi duduk di salah satu kursi dan sembari menunggu, Yudi menyapa dan bertanya pada sesama keluarga korban. Sementara awak media elektronik maupun media harian tampak sudah berkumpul di depan sebuah ruangan lain. Beberapa awak pers juga sudah menunggu di dalam ruangan, beberapa kamera juga sudah siap dari setiap sudut untuk meliput berita kecelakaan itu. Tampaknya, topik ini akan menjadi topik hangat dan berita eksklusif di seluruh dunia.             Tak berapa lama, beberapa orang memasuki ruangan itu, mereka langsung menempati podium panjang yang sudah disiapkan. Bisa dipastikan mereka adalah pihak dari Maskapai Penerbangan, dan pihak bandara, terlihat dari seragam yang mereka kenakan. Beberapa orang yang mengenakan seragam Rescue Team juga tampak hadir.             “ Assalamualaikum Warrrahmatullahiwabarakatuh. Selamat Pagi semuanya. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan keberkahan. Perkenalkan, saya Zaidan Malik, PR dari Maskapai Penerbangan Egypt Air. Sebelumnya, saya mengucapkan turut berduka dan berbela sungkawa kepada seluruh keluarga Korban Kecelakaan Pesawat Egypt Air yang terjadi pagi ini. Kami atas nama Maskapai juga meminta maaf atas terjadinya kecelakaan pesawat yang dengan berat hati kami sampaikan bahwa, kemungkinan besar 173 penumpang pesawat termasuk pilot, co-pilot dan kru tidak ada yang selamat.” Zaidan Malik, mengambil jeda. Keriuhan mulai terjadi. Press Conference terus berlanjut. Setelah dari PR maskapai, tim Maintenance maaskapai pun menjelaskan secara teknis kemungkinan penyebab kecelakaan pesawat. Setelah dari pihak Maskapai, Conference berlanjut ke pihak bandara, kemudian tim rescue dan terakhir pihak Asuransi. Semua menjelaskan secara detail mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kecelakaan.             Walaupun kemungkinan besar tidak ada korban selamat, namun pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan akan tetap dilakukan dengan tenggat waktu. Jika memang dalam beberapa waktu tak ada penemuan korban, maka akan dinyatakan secara resmi bahwa tak ada korban yang selamat dalam kecelakaan pesawat. Nama-nama penumpang yang menjadi korban pun di rilis, ditampilkan di layar monitor informasi yang ada di beberapa bagian di kantor bandara. Tangis dan teriakan histeris mewarnai perilisan nama-nama korban kecelakaan. Tak terkecuali Aida dan Yudi, kesedihan yang mendalam tergambar jelas dari raut wajah mereka. Aida pun tak kuasa menahan isak nya. Yudi berusaha untuk menenangkan adik nya itu. Direngkuhnya bahu Aida yang berguncang karena tangis. Dan kemudian dengan langkah gontai, mereka kembali ke El Nasr. Yudi mengimami shoalt ghaib, serta memunajatkan doa untuk almarhum abah dan kakaknya. Kemudian kedua kaka beradik itu beranjak ke kamar mereka masing-masing untuk menenangkan diri, dan begitupun Yudi yang harus segera mengambil keputusan, bagaimana jalan hidup mereka akan berlanjut. Dan Yudi pun membuat keputusan. Ia kini mengemban tugas baru sebagai Kepala Keluarga, untuk Aida , Syifa dan beberapa anak asuh yang sebelumnya diurus oleh abah Santoro dan Ahmad. Ia harus sanggup meninggalkan Aida di Cairo sendiri, Aida harus menyelesaikan studinya apapun yang terjadi. Walaupun ada bnyak kekhawatiran yang bergelayut di pikirannya, tapi ia sudah bertekad. Yudi harus menyampaikan sendiri keputusannya pada Aida.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN