bc

Suami Kakakku

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
dark
powerful
drama
bxg
another world
superpower
bodyguard
like
intro-logo
Uraian

Gina tiba-tiba saja disalah pahami sebagai Gea oleh suami saudari kembarnya, David. Gina sudah berusaha menyangkal, namun David tidak percaya dan akhirnya membuat hubungan mereka menjadi semakin rumit

chap-preview
Pratinjau gratis
Menggantikanmu
Gina menatap mobil terbalik itu dengan wajah pucat. ia tidak bermaksud membuat saudarinya dalam bahaya. disela puing puing mobil yang ringsek itu, Gina melihat saudari kembarnya tergeletak bersimbah darah. "Bukan aku!" Gina, meremas rambutnya sendiri. dengan tangan bergetar ia mencoba mendekati saudaranya yang masih tak sadarkan diri, ia seperti kehilangan akal dan dengan panik mencoba menarik Gea keluar dari mobil, namun usahanya sia-sia. ia tidak punya tenaga yang cukup untuk menarik tubuh Gea. Gina melihat sekeliling dan semakin merasa panik. Mereka berada di daerah terpencil sekarang, ia tidak tau kapan ada orang yang mungkin menolong mereka. bahkan jam sudah menunjukan pukul sebelas malam. "Gea, maaf... ak-aku..." Gina terduduk lemas. ia membuka ponselnya mencoba untuk mencari pertolongan, dari cahaya layar ponselnya ia bisa melihat darah segar masih mengucur dari kepala Gea. "apa ada orang?" Gina terperanjat, ponsel yang ia pegang meluncur begitu saja dari tangannya. buru-buru Gina pergi bersembunyi di balik puing-puing mobil yang ringsek itu, suasana gelap membuatnya mudah untuk bersembunyi. untungnya ia tidak memiliki luka serius, jadi ia masih bisa bergerak. dari celah mobil, Gina melihat seorang pria datang mendekat ke arah mereka. Gina dengan panik mengambil apa saja yang ada di dekatnya dan berlari pergi. ia harus kabur, ia tidak ingin disalahkan. ***** Berita tentang kecelakaan itu pun muncul di berita keesokan harinya. Gina membuka matanya disebuah klinik umum tak jauh dari tempat kejadian. "Permisi, Nona Gea. apa Anda bisa menghubungi keluarga anda?" tanya seorang Suster. Gina menatap bingung kearah Suster itu. "Apa yang sudah kamu lakukan?" Belum sempat Gina menjawab, seorang pria langsung masuk ke dalam ruang rawat inapnya dan ngeinterupsi obrolan mereka. Gina sangat mengenali pria itu. ia adalah David, tunangan dari Gea. "Aku tanya sekali lagi, Apa yang kamu lakukan Gea?" Mulut Gina terkatup, ia tidak tau apa yang sedang terjadi sekarang. Kenapa semua orang memanggilnya dengan nama Gea? "Gak mau jawab huh!" David segera melemparkan beberapa lembar kertas di depan wajah Gina. Gina hanya bisa menatap surat-surat aneh yang bertebaran di udara dengan bingung. "Ini salah faham," ucap Gina mencoba membela diri. Ia tidak tau apa yang terjadi, tapi yang jelas ia harus meluruskan kesalahfahaman itu secepatnya. "Salah faham huh? Apa yang di kertas itu terlihat palsu buatmu?" David tampak sangat marah, Gina bahkan tidak tau harus mengatakan apa, seingatnya Gea mengatakan kalau David itu sangat baik, tapi yang ia lihat sekarang justru sebaliknya. "Aku bukan Gea, dan aku tidak tau apa arti dari kata-katamu." Jawab Gina mencoba meluruskan, tetapi David seolah tidak peduli, ia melihat Gina dengan tatapan tajam. "Masih berkelit rupanya, apa aku terlihat seperti seorang i***t bagimu? kau pikir aku tidak bisa melakukan apapun huh?" David menodongkan pistolnya di depan wajah Gina. terlihat jelas ekspresi wajahnya yang sangat marah. Gina seketika membeku, tubuhnya bergetar karena takut, jantungnya seolah akan berhenti berdetak kapan saja karena terkejut. sesaat ia seperti kesulitan untuk bernafas. "Dengarkan aku baik-baik! berterimakasihlah pada keluargamu, karena kalau bukan karena itu, kau sudah aku lenyapkan dari tadi!" David menarik kembali pistolnya dan segera pergi begitu saja. Setelah David pergi, Gina langsung lemas, ia seolah mendapatkan udaranya kembali. "Kenapa semuanya jadi seperti ini?" "Anda tidakpapa Nona?" tanya Suster yang sedari tadi hanya bisa terdiam. Gina sampai lupa jika ada orang lain selain ia dan David. "Tolong ambilkan aku air," ucap Gina lemas. suster itu pun segera pergi. Gina melihat kertas-kertas yang berserakan disekelilingnya, ia mengambil dan mengumpulkan kertas itu sebelum membacanya dengan seksama. "Surat perceraian?? Hak asuh Anak? apa semua ini?" Gina membacanya berulang-ulang dan berkas-berkas itu memang mengatakan tentang sidang perceraian dan pengambilan hak asuh anak. "Gea punya anak?" Gina bergumam pelan, belum hilang rasa terkejutnya, tiba-tiba seorang anak laki-laki menerobos masuk dan segera naik ke atas ranjang rawatnya. "Mama..." Teriaknya dengan suara kas anak-anak. "Eh," Gina terperanjat kaget. ia bahkan belum menikah, sekarang ia tiba-tiba saja dipanggil mama. "Apa kamu tersesat?" tanya Gina canggung. Anak laki-laki itu menatap Gina dengan sorot mata bingung dan terluka. Jika dilihat dengan seksama, wajahnya sangat mirip dengan David. ia seperti melihat David dengan versi yang lebih kecil, namun lebih lembut. Gina mulai merasa tidak nyaman, ia merasakan sebuah firasat aneh yang mengatakan jika itu adalah anak David dan juga Gea. "Apa mama membenciku?" tanya anak itu dengan mata berkaca-kaca. ia sudah akan menangis. "Ma-manamungkin," jawab Gina gugup. "Ak-aku hanya sedang bingung karena baru bangun tidur," lanjutnya canggung, ia seolah melupakan hal yang seharusnya ia luruskan sejak awal. "Sungguh?" tanya anak itu sambil menghapus airmatanya. Gina memangku anak itu sambil mengelap ingusnya yang sedikit keluar. "tentu saja," jawab Gina. ia tidak tau harus mengatakan apa di depan anak-anak yang sedang menangis. ia lemah dengan anak kecil. "Apa sekarang kau sedang berakting seolah menjadi ibu yang baik?" Gina langsung bergidik, ia melirik ke arah pintu dengan gugup. Disana berdiri David dengan mata tajam seperti terakhir kali ia datang. "Apa ini juga merupakan trikmu yang lain?" tanya David sembari melangkah menghampiri Gina dan juga putranya. Gina tidak tau harus mengatakan apa, ia sangat terintimidasi dengan tatapan tajam David, apalagi pria itu baru saja menodongkan pistol tepat di depan wajahnya. ia takut jika ia salah bicara maka nyawanya bisa langsung melayang di tempat. "Archen, bisa kau main ke luar sebentar?" tanya David dengan nada lembut pada putranya. kebetulan saat itu seorang suster datang dan membawakan air yang diminta oleh Gina tadi. "Baik ayah," jawabnya agak kecewa, namun ia terlihat tidak ingin menolak permintaan David. David meminta suster itu untuk menjaga putranya dengan sangat sopan, sangat berbeda saat bicara dengan Gina. ketika Archen dan suster itu sudah pergi, David berdiri disamping ranjang rawat Gina, menatapnya masih dengan mata tajam yang menyeramkan. "Jadi katakan? Apa rencanamu kali ini?" "Itu... sepertinya kamu salah orang, aku..." "Cukup dengan omong kosongmu, apa kau ingin mengatakan kalau kau punya saudara kembar dan sekarang dia sedang berada tepat di depanku?" potong David dengan nada mengejek. Gina sudah merasa ingin menangis, ia memang saudara kembar Gea, bahkan ia baru mengetahuinya kemarin, dan sekarang ia harus terjebak diantara kesalah pahaman yang rumit itu sendirian, ia bahkan tidak tau bagaimana nasib Gea sekarang. "Dengarkan aku baik-baik, selagi aku masih hidup, Archen akan ikut denganku! jika kau tidak tahan hidup denganku, maka dari awal harusnya kau sadar diri!" "Aku benar-benar bukan Gea, dan kenapa juga aku harus bercerai, aku belum menikah!" teriak Gina frustasi. David melihat Gina seolah dia adalah serangga yang mengganggu. "Jadi sekarang kau tidak ingin bercerai huh?" David tersenyum miring, membuat Gina sedikit merinding. "Baiklah, jika itu kemauanmu, kau bisa bilang pada pengacaramu jika kau membatalkan tuntutan perceraian itu, dan aku akan menunggumu di rumah." setelah mengatakan itu, David beranjak pergi tanpa menoleh sedikitpun. Gina hanya bisa menatap punggung itu sambil menghela nafas berat. "Apa aku salah bicara," pikir Gina merasa menyesal.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
8.2K
bc

After We Met

read
188.5K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
52.9K
bc

Godaan Hasrat Keponakan Istri

read
15.5K
bc

Menyala Istri Sah!

read
2.3K
bc

Lagi! Jangan Berhenti, Om!

read
14.2K
bc

Unchosen Wife

read
6.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook