"Huh kau pikir aku tak lelah mencarimu hingga ke sini" ucapnya, sembari mengeratkan tubuhku di gendongannya
Lah?
Yang nyuruh lu nyari gw siapa nyet.
Ku kerjabkan mataku, ni anak ada masalah idup apaan coba, jelas jelas aku ga ada minta dia untuk mencariku, tapi malah dicari juga sama dia, Segala pake ngedumel lagi
Kan bangsyat!
"Kau! Kalo ga iklas turunin aku," ucapku memberontak. Saat diriku mencoba turun dari gendongannya, dia malah kembali mengeratkan tubuhku di gendongannya.
Mau mu apa sih bang?
"Heh turunkan aku!" Ujarku memandangnya sebal.
Dia melirik ku sekilas, dan malah menekan kepalaku ke curuk lehernya.
Sakit anying!
Karena suasana hati yang buruk aku memilih untuk tidur di gendongannya, dengan lehernya sebagai bantalku.
Huft cuaca malam ini sangat dingin, dan itu menjadi nilai plus untuk aku cepat terlelap dalam gendongan pria tampan ini.
Eh? Btw ni laki namanya siapa.
Ku angkat kepalaku, memandang wajahnya dengan teliti, waw dia ganteng beut kalo diliat dari deket.
Eh?
Menggelengkan kepala kesal, kini pria tampan itu malah menatapku heran.
Aissshh
Malu kan jadinya.
Memejamkan mata dengan erat, kini aku mulai berani menatapnya lagi, yang juga balas menatapku.
Ini udah malem, trus suasananya udah serem, trus dingin, ditambah lagi sama mahluk nyebelin didepannya saat ini, astaga ingin ku tereak.
"Kau siapa namamu?"
"Ha?"
Uwu mungkin karna udah malem kali ya, lola nya jadi on.
"Namamu, apa!" Tekanku kesal.
Dia, si cowo tampan itu memandangku heran.
"Kau tak tau siapa aku?" Tanyanya sambil mengkerutkan dahinya.
Lah?
Kan baru ketemu gimana bisa kenal?
Aku Menggelengkan kepalaku, kerutan di dahinya makin mendalam.
Kenapa memangnya?
"Kau benar benar tak kenal aku?" Tanyanya dengan nada jengkel.
Ini si babang napa jadi marah ceilah!
Kan aing ga tau mau di gimanain kalo kaga tau!
"Iyaa, aku tak tau jadi cepat katakan namamu apa!" Tanyaku mulai rada kesal.
Nyebut nama doang ribet.
Heran kan jadinya.
"Huh."
Ha? Apaan dah! Namanya huh gitu?
"Huh? Namamu huh?"
"Bukan!" Dia malah menghentikan langkahnya saat aku menanyakan pertanyaan itu.
Lah salahku dimana! Kan dia sendiri yang bilang kalo nama dia itu Huh.
Astajim, sabarkanlah hambamu ini ya tuhan.
"Yaa jadi namamu apa katakan yang benar!," tanyaku agak jengkel.
Dia diam beberapa saat, dan sekarang mulai menlanjutkan langkahnya untuk keluar dari hutan ini.
Namamu saha bang?
Kau blom bilang!
Stres lama lama aing dikacangin.
Tau lah kesel aku, ku tenggelamkan lagi kepalaku di ceruk lehernya, dan juga memeluk lehernya dengan erat, biar sekalian ku cekik ampek mampus ni laki!
"Mike,"
Eh?
Dia nyebut namanya kah tadi?
"Ha?"
"Mike!" tekannya sambil menatapku tajam.
Owh itu namanya, cakep namanya kek orangnya xixixi.
Eh tapi btw, nama dia kek kaga asing.
Aku menatapnya sembari mengingat siapa rasanya yang punya nama persis seperti dirinya.
Mike? uhh siapa si- eh anjerr ga mungkin dia kan?
Ku tatap horor wajahnya yang sekarang juga menatap diriku tajam.
Nama Mike ga mungkin cuman ada satu di dunia ini, anak kucing mami ku dulu juga namanya Mike, jadi ga mungkin Mike itu dia kan-
"Bagaimana bisa kau tak tau nama calon suamimu sendiri!"
Eh anjir beneran dia.
--------------
Mulutku mengangga lebar, dengan tatapan horor memandang ke arah sesososok pria yang kini tengah berjalan sembari menggendoangku.
Yashhhh! Apa yang dia katakan tadi?
Mike?
Calon suamiku?
Arghhhhh! Kenapa dunia bisa sesempit ini, juga kenapa dia bisa berada disini!
Bukankah seharusnya dia tinggal di kekaisaran'nya saat ini?! Kenapa bisa nongol sampai kesini astaga!
Letak rumahku juga jika dipikir pikir sangatlah jauh dari tempat kekaisaran berada! dan juga, kenapa pertemuan saat ini begitu sangat cepat hah?!
Bukan kah beberapa bulan lagi? ini kok blom ada beberapa bulan malaikat maut ku sudah ada di depan mata! Sedang menggendongku pula!
Arghhh selamatkan aku!
"Kenapa?" dia melirik kearah ku dengan tampang datar nya itu.
Aku tak menjawab, ya jelas ga jawab lah! otakku masih load memikirkan bahwa didepanku yang sedang menggendongku saat ini adalah malaikat penjumput nyawa.
Mataku tak lepas menilik horor kearahnya, dan mungkin si mas nya kek ga nyaman juga di tatap intens kek gitu, buktinya, dia malah menekan kepalaku untuk yang kedua kalinya ke curuk lehernya!
Sakit ih.
"Kenapa denganmu? Apa kau tak pernah memandang wajah tampan semasa remajamu, hingga menatapku seperti anjing menjijikkan itu?" Tanyanya menatap diriku sombong.
Njirr dia PD sekale! ga nyalahin juga sih, emang ganteng ko orangnya jadi ya gapapa.
Tapi! ini loh ko gw malah disama-samain kek anjing! Kan anjing!
Berdesis pelan, aku lebih memilih untuk tak menghiraukannya, dan malah memeluk lehernya dengan erat.
Niatnya sih pen nyekik, tapi keknya si abangnya ga kerasa kecekik sama sekali, huh, kesel aku tuh.
Ehm, dengan kondisi malam yang dingin dingin gimana gitu, dan juga orang yang ada di depannya yang juga ekhem, gimana gitu!
Enak tuh keknya peluk peluk, ngeredain dingin di kulit,
Aiss! Kesempatan mah ini namanya.
Lagian juga ni cowo satu, kek b aja pas ku cekik, jadi ngangetin diri juga ga masalah kayaknya, bodo lah.
Ku peluk dia, iya dia, cowo tampan yang namanya Mike yang ga laen dan ga bukan adalah pengantar nyawanya kepada yang diatas suatu hari nanti!
Behh rasanya anget-anget, gimana gitu cuy, lagi! Dia ini wangi mint, kan jadi tambah betah aku tu diem meluk dia!
"Ssttttt," Desisnya pelan.
Ku dongakkan kepalaku ke arahnya heran, yang juga balas menatapku heran, ni orang kenapa dah?
Ssttt stttt sttt stt, ga jelas! bodo lah mending tidur.
"Kau memang tak mengerti kode atau gimana?"
Ha?
Maksud lu apaan?
"Kau ini berat asal kau mau tau!" katanya sinis menatap kearahku.
Wah nantangin, ni cowo bener bener ya! dia ga tau apa yak? kalo cewe paling sensitive kalo di kritik soal berat badan! Ini gw malah di gituin ma dia!
Ga ada ahlak!
"Kenapa ha?, Aku juga tak ada menyuruhmu menggendongku! jika kau keberatan dengan berat badanku, turunkan aku! Aku punya kaki! Jalan sendiri masih sanggup!" Ucapku nyolot kearahnya
Dia malah tambah menatapku sinis, ketika kukira dia akan menurunkan ku dari gendongannya, ternyata dia malah beralih menggendongku ala bridal style,
Bener bener ga ada ahlak!
"Hei! turunkan aku!"
"Ga mau!"
"Turunkan!"
"Ga mau!"
"Turunka-!"
"ENGGAAAAAA!"
Kesal berdebat dengannya, aku lebih memilih untuk tidur saja, jujur cuy, enakan posisi yang tadi, soalnya bisa ngelilitin kaki di pinggangnya!
Arghhhhh! Apa yang aku pikirkan?!