"Apa yang kau lakukan?" tanyaku sekali lagi.
Ini orang bener bener, bisa bisanya blom kenal maen gendong anak orang kalo belom kenal ngasih duit kan..,
Dia mengedikkan bahunya, dan malah memilih bermain dengan pedangnya saat ini.
Malah dikacangin.
Kesal dengan pemuda itu, aku lebih memilih memutar kepalaku, memandang sekelilingku yang ternyata adalah sebuah hutan.
Wow, baru ngeh ternyata samping rumahku itu hutan.
"Kau kenapa bisa ada disana?" Tanya pria itu yang masih memainkan pedang miliknya.
Aku menoleh sejenak ke arahnya.
Mengrinyit heran.
"Ha?" Tanyaku balik.
Matanya kini beralih kearahku, menghunus mataku dengan bola mata legam miliknya.
"Kau, kenapa bisa ada di atas pohon sana?" Ulangnya sekali lagi,
Ohh, gw kira apaan.
Aku hanya mangut mangut tanda mengerti kearahnya, dan dibalas dengan tatapan heran miliknya.
"Kenapa memangnya?" Tanyaku kepo.
Ia memutar bola matanya sebelum menjawab, "Tanya doang."
Njir.
Udahlah.
Aku menghiraukannya dan lebih memilih memandangi hutan ini dari pada memandang wajahnya yang sangat jelas bikin hati naik darah.
"Hm."
Aku menoleh kearahnya, lagi. Setelah mendengar dehaman darinya, dia masih menatapku, dan sekarang aku mulai heran, kenapa ni cowo kerjanya liatin orang mulu udah kayak om om genit.
Gue tau gue cantik tapi jan segitunya juga kali.
"Gini ya!" ucapku menggantung.
Kulihat dia masih memasang tampang wajah yang sama, dan juga, sekarang malah menaikkan alisnya. Prasaan dari tadi dia irit beut ngomongnya. "Kita tak saling kenal, dan tak memiliki urusan yang harus di selesaikan, walaupun tadi kau juga bersikap kurang ajar kepadaku, tapi tenang aku anaknya ga baperan, so.. karena ga ada hal lain jadi aku pergi dulu babay." Sambungku memasang senyum b**o.
Kulihat dia malah mengernyit dahinya dan mengangkat alisnya, sumpah itu imut banget!
"Kenapa?"
"Baper? Babay?"
Aku terdiam sejenak mencoba mencerna maksudnya, sedetik kemudian diriku menepuk dahiku pelan, lah iya yak, lupa ini bukan di zaman modern lagi! huh bakal susah kalo gini ceritanya.
"E-ehm, itu seperti eee, kata kata orang saat ingin berpisah darimu, jadi dia bakal bilang babay, bye, gitu." Jelasku tertawa gaje. Pria tampan itu mengernyitkan dahinya.
"Kau mau pulang? Sekarang?" tanyanya masih dengan mengerinyitkan dahinya.
"Huum, sekarang!" Jawabku cepat menganggukkan kepala.
Seketika pria itu menatapku tak suka dan malah berjalan menghampiriku yang tak jauh darinya, menarik tanganku mendekat kearahnya. Ia membawa diriku kebelakang tepatnya di pohon besar, juga memaksaku duduk disitu.
"He?"
"Diam disini! tunggu aku selesai berlatih!" ucapnya menatapku garang. Kata pria itu, matanya menyorot mataku tajam, yang membuat diriku seolah terhipnotis dan tak ingin berpaling dari manik legam miliknya itu.
Tanpan sadar aku malah menganggukkan kepalaku "Iya-iya."
"Ingat! Tetap diam disini dan jangan kemana mana! Tunggu aku selesai berlatih baru kau boleh pulang!" Kata lelaki itu memperingati.
Karna masih terhipnotis dengan manik matanya itu aku lagi lagi malah mengangguk cepat dengan tersenyum b**o, "iya."
Setelahnya, lelaki itu mengalihkan pandangannya dan kontak mata kamipun terlepas, dia berdecak pelan, dan mulai mengambil pedangnya, juga mulai menjauh dariku ke tengah tempat luas disana.
Aku memperhatikannya yang saat ini sedang berlatih,
Dan yeah coba kau rasakan saat ada di posisiku saat ini!
Liat cogan lagi latihan, terus bajunya basah karna keringat, lagi tampangnya ga mengecewakan, behhh, kapan lagi yakan liat pemandangan indah kayak gini?!
********
Tik tok tik tok
Ini sudah hampir sore, dan cowo satu ini blom lese latihan juga, dikira nungguin dia latihan ga cape apa!
Memandang bosan kearahnya, aku mengumpatinya dengan segala caci makian dari dalam lubuk hati terdalamku.
Kenapa tadi malah aku iyain? Dan ni cowo bisa bisanya nyuruh cewe nunggu! Ga ada kepastian lagi! Kan kek harapan palsu mantan jatuhanya.
Huft, bosan dengan keadaan, aku mulai memandang ke sekelilingku, dan apa yang kulihat?
Disana di pohon besar sana, terdapat seekor kelinci putih yang sedang berkeliaran.
Astoge, dia gemoy banget!
Menghampiri kelinci itu,
Aku menatapnya dengan minat, ini boleh di pelihara ga sih? Imut banget..
Aku berniat menangkapnya, namun si kelinci itu malah menghindar menjauh dari ku, ck berdecak kesal, aku masih tetap berusaha mengejar kelinci itu.
Saat hampir saja dapat, si kelinci itu malah berlari menjauh ketengah hutan, aku memandangnya tak suka dan malah ikut berlari mengejar kelinci imut itu.
Ga mau tau, tu kelinci pokoknya harus dapat! Batinku.
Dan yeaah kurasa Queen malah melupakan pesan dari si pria tampan tadi.
..........
Dan apa yang terjadi? kini aku terdampar di tengah tengah hutan yang bahkan aku tak tau arah jalan pulang dimana.
Menyesal? tentu aku sangat menyesal mengabaikan pesan pria tampan tadi yang meminta ku tuk diam disana saja.
Dan ya! Biar lah toh ini juga salahku, jadi anggap saja ini sebuah karma karna terlalu bandel menjadi manusia.
Hari sudah menggelap, dan suasana hutan ini amat menyeramkan, ya gimana ga serem coba? Orang aku di hutan sendirian, mana banyak suara suara binatang nyeremin lagi!
Gerah hati, gerah body, aku tak henti-henti merutuki kelinci putih tadi yang entah sekarang dimana keadaanya, karna dialah aku jadi seperti ini.
Huhu, abang tulungin adek mu!
Menarik nafasku dalam dalam,
Sudahlah tak ada gunanya menyesal sekarang, aku mulai memandang sekeliling ku, yang mungkin ada tempat yang cocok untuk ku jadikan tempat berteduh.
Berjalan perlahan, aku mendekat kearah pohon besar yang sekiranya bisa ku singgahi untuk tempat bermalam saat ini.
Menyingkirkan ranting yang menghalangi jalanku, dan terus berjalan sembari menoleh ke sekelilingku dengan waspada, aku akhirnya sampai di tempat itu.
Ieehhhh, ini sangat jorok! Ku rasa aku harus membersihkannya dulu baru aku bisa tidur.
Btw, si cowo ganteng tadi nyari aku ga ya? hm keknya kaga deh, yakali orang ga kenal di cari malem malem begini lagi.
Aku mulai membersihkan tempat itu, lebih tepatnya, tempat untuk ku berbaring saja, ehm besok akan ku coba mencari jalan untuk pulang, ga lucu yakan kalo disini tinggal kek orangutan.
Baru saja aku ingin mendudukkan b****g di tanah sana, sebuah tangan kekar, yang menggenggam lenganku, malah menghentikan pergerakanku,
Hah?
Hari gini masih ada setan?
Tubuhku bergetar dan pikiranku melayang, kalo di pikir pikir, ini pasti penunggu yang terganggu karna aku ingin singgah disini, tapi kan aku udah bersihin tempat dia, ko dia ngamok juga, tap-
"APA YANG KAU LAKUKAN HAH!" pikiranku berhenti melayang saat mendengar teriakan dari balik punggungku.
Gila ni setan ngajak war! tapi setan ko ngomong nya gitu bukannya hihihihi y-
"KAU DENGAR AKU APA TIDAK?!" Tangan kekar itu kini menarik ku kearah belakang. membuat diriku berbalik dan mendapati pria yang tadi meneriaki diriku ini.
Wuuah, ternyata cogan yang tadi, mataku berbinar binar.
"HEH! APA YANG KAU PIKIRKAN?" aku tersadar dari lamunanku, dan malah menyengir b**o kearahnya.
"Kau mencariku juga ya?" tanyaku sambil senyum senyum gajelas
Dia malah menatapku dengan tampang datarnya itu lagi, dan sekarang malah menggendong diriku seperti tadi pagi, ya dengan posisi seperti koala tentunya.
Anying kaget aing,
Kupukul bahunya, dan menatap kesal kearahnya, sedangkan dia? Dia hanya menatapku malas dan malah melanjutkan jalannya menjauh dari tempat itu.
Tau lah males, gelap gelap, iya emang gelap, bodo!
Malas berdebat untuk saat ini, lagipula aku juga mengantuk jadi tak ada niatan sedikitpun dariku untuk berbincang dengannya, ku tenggelamkan kepalaku ke ceruk lehernya, entahlah, aku merasa nyaman dan terlindungi disampingnya walaupun baru kenal tadi pagi.
Katakan aku gila, ya memang, semenjak tinggal didunia ini aku memang agak sedikit menjadi gila!
"Tak bisakah kau mendengarkan ucapanku huh?" Tanya pria itu yang tiba tiba bersuara.
"Jika ku bilang tetap diam disana ya, kau nurut digit bisa kan?!" Omelnya lagi
Aku masih tetap menenggelamkan kepalaku di ceruk lehernya, dan memilih untuk nyimak sahaja.
"Huh, kau kira aku ga cape mencarimu hingga kesini?"