“Dewi, dipanggil Bu Citra ke ruangannya!” Serly—teman satu stafnya—berseru, kebetulan wanita itu baru ke luar dari ruangan ketua staff—Bu Citra. “Baiklah, terima kasih, Ser.” Dewi tersenyum tipis, berdiri dari duduknya, meninggalkan kubikelnya dan masuk ke dalam ruangan Citra. Sebelum masuk ke sana Dewi tak lupa mengetuk pintunya lebih dulu. “Ya, masuk!” Dewi membuka pintunya setelah mendengar seruan itu. Memberikan senyuman menawannya pada Citra. “Bu Citra panggil saya?” Citra mengangguk pelan. Menyodorkan beberapa lembar dokumen pada Dewi. “Kasih ini ke Pak direktur, saya lagi mager jalan,” ujarnya. Dewi tidak keberatan kala disuruh, meski dia tahu kalau ini adalah tugas Citra sepenuhnya, bukan tugasnya memberikan dokumen ini pada sang direktur utama di perusahaan New. “Baik, Bu.

