Ayah Terhebat 21

1594 Kata

Rasanya sangat bahagia sekali ketika dia diterima bekerja. Maka itu, Dewi memutuskan untuk membuat perayaan kecil-kecilan di rumah. Dia akan memasak makan malam enak untuk keluarganya. Dewi langsung pergi ke pasar setelah wawancara—yang tak pernah terjadi itu. Berbelanja kebutuhan pokok. Sebelum makan siang tiba, Dewi sudah sampai di rumah. Mendapati dua anaknya yang sedang bermain di depan tv. Dewi masuk ke dalam sambil membawa dua kantung kresek berisi belanja bahan pokok. “Ibu!” Ratih menyadari kepulangannya, menyambut dengan penuh keriangan. “Hai, Sayang.” Dewi meletakkan belanjaan di atas meja makan persegi yang ada di dapur. Kemudian berjongkok hendak mencium pipi putrinya. “Ayah mana, Kak?” tanya Dewi pada Fatih yang ada di depan tv. Posisi dapur dan ruang tengah tidak jauh, me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN