Suara tawa anak-anak terdengar begitu merdu. Mereka tertawa karena senang bisa bermain seharian, tanpa pusing memikirkan apa yang akan terjadi besoknya, tanpa memikirkan bagaimana mereka makan besok, sebab kebutuhan mereka sudah terpenuhi oleh orang tua masing-masing. Yang mereka pikirkan hanya bermain dan mengemil saja, begitulah anak-anak biasanya. Dan Aswat ingin kembali di masa itu, masa di mana dia belum mengerti bagaimana pahitnya dunia ini. Sekaligus masih bisa merasakan keluarga lengkap. "Hah ...." helaan napas dia keluarkan. Sore ini dia menyuruh Dewi mengantarkan anak-anak ke taman biasa, agar dia bisa bertemu anak-anak lagi. Karena isi pesan dari Dewi kemarin malam, dia ingin memberikan pengertian pada putrinya. Ini pasti berat untuk Ratih, tetapi Aswat yakin kalau putrinya itu

