Ayah Terhebat 56

1433 Kata

Terjebak dalam kemacetan di sore hari, mungkin adalah hak yang lumrah. Membuat mereka bertiga jenuh di dalam mobil itu, untung saja ada radio yang Pras bunyikan, khusus pagi anak-anak agar Ratih dan Fatih terhibur. Jujur malam itu dia sedikit jengkel pada Ratih, tetapi setelah berpikir kalau apa yang Dewi katakan ada benarnya juga. Dan wanita itu juga meminta tolong pada mantan suaminya agar memberi pengertian pada gadis bungsu mereka. "Mampir ke supermarket dulunya! Ibu kalian ngidam kinder joy," ujar Pras sambil tertawa pelan. Ratih mendengar itu langsung berbinar. "Ratih juga mau kinder joy, Pa!" serunya penuh semangat. Pras tersenyum sambil menjulurkan satu tangannya untuk mengelus kepala Ratih, anak itu duduk di kursi sebelah kemudi sementara Fatih duduk anteng di kursi belakang sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN