Aswat salah. Praduga ya salah, dia pikir setelah satu hari yang berlalu penuh kebahagiaan serta tawa renyah anak-anak. Dewi tetap akan berubah seperti dulu kala, tapi semuanya hanyalah khayalan semata. Dewi tetap Dewi yang sekarang. Satu hari itu terlewati, tapi besok harinya Dewi kembali bekerja serta lembur tanpa lihat waktu. Anak-anak kembali murung, apalagi si bungsu yang selalu ingin di manja oleh Dewi. Rasanya mulut Aswat sudah berbuih membujuk Dewi untuk meluangkan waktunya pada anak-anak meski seminggu sekali. Namun, Dewi tidak mendengarkan, wanita itu tetap membawa berkas-berkas kerja ke rumah setiap weekend. Bekerja penuh hari ini dalam kamar. Kalau anak-anak mengganggu, dia pasti akan marah. Aswat hanya bisa terdiam kala Ratih mengadu sebab di bentak oleh Dewi. "Mas! Mas! Bel

