Ayah Terhebat 51

2108 Kata

"Aku nggak tahu kalau kamu doyan baca novel romantis," celetuk Aswat, mereka sedang berada di Gramedia terdekat atas permintaan Lisa. Sudah satu Minggu dia bekerja jadi supir pribadi gadis itu. "Huum. Dari SMP aku udah suka baca novel," balas Lisa, menatap jejeran buku romance yang baru di rilis bulan ini. "Dulu juga aku pengen jadi penulis, sih. Tapi malah berbalik jadi dokter, lebih tertarik sama bau-bau obatan dulunya. Apalagi aku kan anak IPA." Lisa sedikit berjinjit hendak mengambil buka yang letaknya di rak tertinggi. Jangan salahkan tinggi Lisa yang hanya 157, salahkan saja raknya yang terlalu tinggi. "Ini." Lisa sedikit tertegun kala Aswat berdiri di belakangnya untuk mengambil buku yang dia inginkan itu. Lalu dia berdeham pelan, bisa merasakan bagian belakangnya bersentuhan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN