12. Manusia Es

1165 Kata
Hari begitu cepat berlalu, kini hari minggu telah tiba. Dan hari ini juga Alea akan bertemu dengan Arka untuk mengurus keperluan acara pernikahan mereka. Tapi hari ini mereka tidak akan pergi berdua saja, mereka akan ditemani oleh Lyla sang adik Arka. Lyla ikut juga bukan tanpa alasan, itu semua berdasarkan saran dari Selena juga. Menurut Selena kalau mereka pergi berdua hari ini pasti akan sangat canggung sekali. Apa lagi Arka termasuk laki-laki yang dingin, dan Alea tentunya tidak mungkin akan mengajak Arka berbicara sepanjang hari nanti. Makanya Selena menyarankan kepada Arka kalau sebaiknya dia pergi bertiga. Agar nanti Lyla bisa mencairkan suasana, dan bisa membantu Alea memilih gaun untuk pernikahan mereka juga. “Lyla, kamu sudah bilang ke Kak Alea kan kalau hari ini kamu akan ikut?” tanya Selena. “Iya Mi, Lyla sudah kirim pesan ke Kak Alea tadi malam. Dan Kak Alea juga setuju-setuju aja, dia malah senang karena jadi ada temannya,” jawab Lyla. “Syukurlah kalau Alea tidak keberatan, Mami itu khawatir kalau kakak kamu si manusia es itu nanti cuma diam aja. Mami takut Alea malah dia cuekin sepanjang hari nanti, apa lagi nanti waktu milih gaun pengantin itukan banyak sekali pilihannya. Terus kalau cuma berdua sama Arka yang ada Alea pasti tambah bingung, mau tanya sama siapa, mau minta pendapat ke siapa. Pokoknya Mami itu intinya khawatir kalau Alea dicuekin gitu aja sama Arka,” jelas Selena. “Iya Mi, Lyla tahu kekhawatiran Mami. Tapi sekarang Mami jangan risau lagi ya, Mami ngak usah khawatir lagi karena Lyla tidak akan membiarkan itu terjadi. Hari ini Lyla berubah profesi menjadi tukang comblang yang imut,” kata Lyla. “Kamu ini bisa aja,” sahut Selena. “Ly, ayo berangkat sekarang.” Pandangan Lyla dan Selena langsung terfokus ke sumber suara yang tidak lain adalah Arka. Dia terlihat sangat tampan dengan pakaian kasual yang dikenakannya. Arka memakai celana panjang berwarna denim yang dipadukan dengan kaos oblong berwarna putih dan ditambah dengan jaket jeans berwarna denim. Apa lagi ditambah dengan rambut Arka yang terlihat masih basah namun terlihat begitu rapi, itu menambah ketampanan Arka dua kali lipat menurut Lyla. “Kak, Kakak yakin sudah siap?” tanya Lyla. “Iya Kakak sudah siap, memangnya kenapa? Kamu ngak jadi ikut sama Kakak?” kata Arka. “Iya enggak juga sih, aku tetap ikut. Cuma aku heran aja sama Kakak, kenapa rapi banget, tampan banget gitu,” puji Lyla. “Enggak juga, lagian kamu ini kaya ngak pernah lihat Kakak rapi aja deh. Tiap hari Kakak juga selalu rapi kali, apa lagi tampan kalau yang satu ini tidak perlu kamu tanyakan lagi keasliannya. Kakak sih mau di mana saja, mau pakai apa saja, Kakak mah tetap aja ganteng. Mau kamu lihat dari mana aja, dari samping, dari depan, dari atas, dari belakang, atau dari bawah sekalipun Kakak itu tetap aja tampang, jangan diragukan lagi,” ujar Arka dengan penuh percaya diri. “Mi, Lyla berangkat dulu ya mau jadi mak comblang dulu hari ini.” Bukannya menjawab ucapan panjang lebar Arka, Lyla justru meminta ijin kepada Selena kalau dia akan pergi menemani sang kakak. “Iya Sayang, kamu hati-hati ya di jalan. Awasin Kakak kamu itu, jangan sampai dia macam-macam dan ingat jangan sampai Kak Alea merasa kesepian ya. Inget-ingetin itu Kakak kamu agar tidak cuek sama calon istri sendiri,” kata Selena. “Siap Mi, Lyla pasti akan menjalankan tugas dengan baik hari ini,” jawab Lyla. “Kenapa sih pagi-pagi sudah pada aneh kaya begini, suka heran deh,” gerutu Arka. “Siapa juga yang aneh,” tukas Lyla. “Arka, kamu sudah menghubungi Alea atau belum? Harusnya kamu itu kirim pesan ke dia meskipun itu cuma sekedar basa-basi dan nanya kabar. Apa lagi hari ini kalian mau keluar bersama, harusnya kamu kabarin Alea dulu, biar makin dekat juga.” Selena menasihati putra sulungnya itu agar tidak terlalu dingin sama Alea. “Iya Mi, Arka sudah kirim pesan ke Alea tadi malam,” jawab Arka. “Bohong,” sergah Lyla. “Anak kecil jangan ikut campur ya,” sahut Arka. “Mi, Mami jangan percaya gitu aja sama Kak Arka, bisa aja dia bohong sebenarnya belum kirim pesan ke Kak Alea sama sekali.” Lyla mengompori Selena agar meminta Arka menunjukkan bukti chatnya dengan Alea. “Benar apa kata adik kamu, Mami ngak bisa percaya begitu saja sama kamu. Sekarang kamu coba tunjukin ke Mami chat kamu sama Alea. Tidak usah semua, tunjukin aja bagian di mana kamu memang benar sudah mengabari Alea tentang kegiatan hari ini,” ucap Selena. “Ya ampun Mami, kenapa sih ngak percaya banget sama Arka.” “Karena Mami tidak yakin kalau kamu memang sudah melakukannya, sekarang tunjukkan kepada Mami ayo cepat.” Arka langsung mengeluarkan ponselnya, dia menunjukkan layar ponselnya kepada Selena yang berisi pesan yang ia kirimkan kepada Alea. “Hah, cuma kaya gini saja Arka?” Dengan begitu percaya dirinya Arka menganggukkan kepalanya dengan semangat tanpa rasa bersalah sedikit pun. “Kamu ini yang benar saja Arka, masa iya kamu chat ke Alea seperti ini? Kalau kaya gini kamu bukan lagi chatan sama calon istri kamu, jatuhnya kamu seperti sedang chatan dengan karryawan atau sekertaris kamu. Lagi pula mana ada orang chat calon istri dengan bahasa formal dan baku seperti ini sih, kamu ini ada-ada saja,” ungkap Selena. "Emangnya kaya apa Mi chatnya, Lyla mau lihat juga dong." Lyla yang penasaran langsung mengambil ponsel Arka dari tangan Selena. Dan tidak berbeda dengan sang Mami, Lyla juga sama terkejutnya saat melihat isi chat yang Arka kirimkan kepada calon istrinya. "Hah, serius Kakak cuma chat kaya gini? Selamat malam Alea, ini nomor ponsel saya Arka. Saya sudah save nomor kamu. Dan saya juga ingin mengabarkan kalau besok pagi jam sembilan saya akan menjemput kamu di rumah bersama adik saya Lyla." "Udah kaya ketua kelas kasih pengumuman tau, kaku banget bahasanya. Ya Tuhan, sadarkanlah Kakakku ini." Lyla sampai menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali saat membacakan isi pesan yang Arka kirimkan kepada Alea. "Kamu kan tahu sendiri Ly, Kakak itu tidak pandai masalah percintaan," kata Arka dengan pasrah. "Ya sudah mulai hari ini Kakak harus konsultasi sama aku. Kakak harus mengikuti semua saran aku mulai sekarang," kata Lyla. "Kakak tidak mau, kamu inikan masih kecil. Belum tahu tentang dunia percintaan," tukas Arka. "Bukan dunia percintaannya, ini lebih ke seperti apa yang diharapkan seorang wanita kepada lelakinya," tegas Lyla. "Iya Arka, kamu itu harus belajar banyak dari Lyla. Sesama perempuan pasti lebih tahu dan lebih bisa memahami satu sama lain," timpal Selena. "Iya deh iya Arka mengalah, kalau Mami yang sudah angkat bicara Arka ngak akan mungkin menang," kata Arka. "Baguslah kalau begitu, sekarang lebih baik kamu berangkat ke rumah Alea. Jangan sampai kamu membuat Alea menunggu terlalu lama." "Iya Mi, Arka jalan dulu ya." Arka dan Lyla berpamintan dengan Selena, mereka berdua juga tidak lupa mencium tangan sang mami. "Hati-hati di jalan jangan ngebut, dan jangan cuekin Alea," tegas Selena. "Siap Tuan Ratu," jawab Arka. Sekarang Arka dan Lyla langsung menuju rumah Alea agar tidak kesiangan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN