11. Kejujuran Alea

1167 Kata
“Em gaes, kayaknya hari minggu aku ngak bisa ikut kalian healing ke tempat itu deh. Aku baru ingat kalau aku sudah ada janji sama Mama.” Alea terpaksa berbohong karena dia masih belum siap untuk menceritakan kisahnya kepada kedua sahabatnya. “Janji? Ada janji apa, Al? Nanti aku sama Sari bisa ko bujuk Tante Kristi, tenang aja. Ikut ya, Al,” kata Bunga. Alea hanya bisa nyengir sebab dia bingung harus menjawab apa. Sementara Bunga terus membujuknya agar mau ikut jalan-jalan dengan dia dan Sari hari minggu ini. “Tapi aku beneran ngak bisa gaes, soalnya ini acara keluarga gitu. Acara penting, jadi ngak bisa dibatalin gitu aja. Ngak mungkin jugakan aku ngak ikut di acara keluarga, nanti yang ada Mama sama Papa malu dong karena aku ngak ikut.” Alea berusaha untuk menjelaskan kepada kedua sahabatnya. Namun tanpa Alea sadari, Sari langsung mengirim pesan kepada Kristi untuk menanyakan kebenaran tentang ucapan Alea. “Acara keluarga di mana sih, Al?” tanya Sari agar Alea tidak curiga kepadanya. “Iya adalah keluarga Mama gitu yang ngadain acara keluarga, aku ngak tahu pasti itu acara apa sih,” jawab Alea. “Kamu yakin, Al?” tanya Sari lagi dengan tatapan tajam seperti orang yang sedang menginterogasi. “Hah, iya yakinlah. Kenapa juga harus ngak yakin, iyakan?” Alea jadi semakin salah tingkah dan itu sangat terlihat jelas dari wajah sampai gelagatnya. Bahkan Bunga yang tidak tahu kalau Sari sudah bertanya kepada Kristi pun menyadari perubahan sikap Alea yang aneh. “Kamu ngak lupakan Al, kalau aku punya nomornya Tante Kristi?” kata Sari. “Oh iya Sar, aku ngak lupalah,” jawab Alea. “Kalau kamu ngak lupa terus kenapa kamu bohong ke kita.” Bukan hanya Alea yang bingung saat Sari mengatakan hal itu, bahkan Bunga juga ikut kebingungan kenapa bisa Sari tiba-tiba berkata seperti itu kepada Alea. “Maksud kamu apa sih Sar? Iya ngapain juga Alea bohong sama kita, kali aja emang ada acara keluarga,” kata Bunga. Bunga membela Alea karena dia belum tahu kalau Sari sudah bertanya kepada Kristi dan jawaban dari mamanya Alea ternyata minggu ini tidak ada acara apa-apa. “Kalau kamu enggak percaya ini lihat aja chatnya, aku baru aja chat ke Tante Kristi. Aku tanya apa benar minggu ini ada acara keluarga dan Alea harus ikut hadir di acara itu.” Sari langsung menunjukkan ponselnya kepada Bunga dan Alea, dia menunjukkan bukti chatnya dengan Kristi kepada mereka berdua. “Al, ini benar yang dikatakan Tante Kristi? Hari minggu kalian ngak ada acara keluarga apa-apa?” tanya Bunga setelah membaca bukti chat di ponsel Sari. Alea hanya menunduk lesu, dia bingung harus menjelaskan kepada mereka berdua dengan cara apa. “Maaf ya, aku tadi emang berbohong sama kelian berdua. Mungkin aku emang harus jujur sama kalian berdua,” kata Alea dengan nada suara penuh penyesalan. “Al, aku udah pernah bilang ke kamu, kita ini sahabat jadi kamu ngak perlu sungkan sama aku atau sama Bunga. Kalau ada masalah cerita sama kita, kali aja kita bisa bantu menyelesaikan masalah itu. Atau kalau kita ngak bisa bantu setidaknya beban kamu akan sedikit lebih ringan setelah cerita ke kita,” kata Sari menasihati Alea. “Iya Sar, aku minta maaf ya. Maaf ya Bung, aku sudah bohongi kamu juga.” Alea langsung meminta maaf kepada kedua sahabatnya. Alea menyesal sudah berbohong kepada mereka, padahal mereka berdua adalah sahabat terbaik dan selalu ada di saat dirinya sedang terpuruk dan butuh. “Al, sebenarnya kamu lagi ada masalah apa?” tanya Bunga dengan pelan dan begitu lembut. “Aku yakin banget kalau aku cerita hal ini ke kalian, pasti kalian ngak akan percaya begitu aja. Pasti kalian ngak akan mungkin kalau ngak kaget,” ujar Alea sebelum menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka berdua. “Iya kalau kamu ngak cerita kita malah lebih ngak percaya lagi Al, makanya sekarang kamu cerita ke kita,” jawab Sari. “Tapi plis ya, aku mohon sama kalian jangan teriak atau histeris. Pokoknya kalian kalau kaget cuma perlu bilang what, atau serius, atau apalah pokoknya jangan sampai teriakin topik pembicaraan yang aku sampaikan, oke.” Alea mengatakan itu karena dia sudah tahu pasti seperti apa kedua sahabatnya ini. Dan dia tentunya sudah bisa memperkirakan seperti apa reaksi mereka berdua saat mendengar penjelasan dari Alea nantinya. “Iya Al, iya. Kita ngak akan seperti itu, dan sebaiknya kamu cerita sekarang sebelum aku pingsan karena penasaran,” tegas Sari. “Oke, jadi sebenarnya hari minggu itu aku mau fitting baju pernikahan,” kata Alea dengan pelan dan sangat lirih namun masih bisa terdengar di telinga Bunga dan Sari tentunya. “What? Kamu serius Al?” ujar Sari yang benar-benar terkejut mendengar kabar itu. “Kamu serius Al? Kamu tidak lagi bercandakan Alea?” ucap Bunga yang sama terkejutnya dengan Sari karena berita ini. “Syukurlah kalian mengikuti apa kata aku.” Bukannya langsung menjawab pertanyaan dari kedua sahabatnya, Alea justru mengucapkan syukur karena Bunga dan Sari mengikuti apa sarannya tadi. Mereka memang terlihat sangat terkejut tapi mereka tidak sampai mengatakan hal yang dikhawatirkan oleh Alea. “Al, jawab kita dulu dong, itu beneran atau kamu cuma mau ngeprank kita aja,” ucap Sari yang masih belum bisa mencerna ucapan Alea tadi. “Kali ini aku beneran serius gaes sama kalian, aku kali ini ngak ngeprank atau bohong sama kalian, enggak sama sekali. Aku berkata apa adanya dan ini memang kenyataannya,” jelas Alea. “Iya tapi Al, masa tiba-tiba kaya gini sih. Kamu kan selama ini ngak punya pacar, dan ngak lagi dekat sama laki-laki manapun juga. Atau jangan-jangan selama ini sebenarnya kamu punya pacar, cuma kamu ngak pernah cerita ke aku sama Bunga?” Sari dan Bunga tahu pasti kalau Alea selama ini tidak pernah punya pacar, dan ngak sedang dekat sama siapapun juga. Makanya mereka sangat tidak percaya saat mendengar Alea mengatakan kalau dirinya akan menikah. “Sar, itu ngak mungkin dong, bukannya selama ini kamu juga sering lihat ponsel aku. Memangnya ada chat yang aneh-aneh di ponsel aku? Enggak adakan?” Sari langsung menganggukkan kepalanya, membenarkan apa kata Alea. “Nah itu kamu tahu sendiri, aku ngak pernah punya pacar. Kalaupun ada pastinya aku cerita sama kamu dan Bunga dong,” jelas Alea. “Iya tapi kalau kamu selama ini ngak pernah punya pacar terus kamu mau menikah sama siapa, Al?” tanya Bunga. “Em gimana ya jelasinnya, aku juga bingung gaes harus mulai dari mana,” kata Alea. “Ya sudah kalau kamu bingung mau cerita dari mana, kamu ceritain saja ke kita dari awal sampai akhir biar jelas dan gambling,” tukas Bunga. “Tapi jangan hujat aku ya, awas aja kalau kalian sampai hujat aku.” “Iya enggak, ayo buruan cerita.” Akhirnya Alea menceritakan semuanya kepada Bunga dan Sari, dari awal sampai akhir tanpa ada yang tertinggal sedikit pun. Mendengar cerita dari Alea tentu saja membuat Bunga dan Sari sangat terkejut hingga tidak sanggup berkata-kata. Mereka hanya bisa saling pandang satu sama lain saking syoknya mendengar cerita dari Alea.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN