46.Perih

1570 Kata

Suasana hening dimeja makan itu masih menghampiri, ucapan Kalila barusan membuat dunia mereka terasa terhenti Amir menatap putrinya dengan tatapan sulit diartikan. "Aku hamil." ucap Kalila sekali lagi mempertegas ucapannya. "Dan anak yang Aku kandung adalah anak Ayaz!!" Ia menerangkan kepada semua orang terutama kearah Sabrina saat menyebut nama Ayaz. Sabrina mencoba menahan gejolak emosinya ia memandang suaminya dengan mata yang sayu dan berkaca kaca. Ayaz seketika membeku melihat raut terluka dimata istrinya. "Apa ini Lila? Jangan berbicara omong kosong!!" Bentak Amir menatap tajam putrinya. "Papa tidak dengar, Aku hamil dan ini anak Ayaz." "PA..!!" Pekik semua orang yang berada diruangan itu saat Amier menampar Kalila dengan emosi sudah diambang batas. "Bagaimana bisa Kamu bicar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN