Bab 22

1012 Kata

Kebahagiaan yang ingin aku berikan untukmu sama hukumnya dengan salat. Wajib. *** Zahra meremas kedua tangannya sendiri, rasa bersalah membuncah di d**a. Perihal dirinya yang belum memberikan sesuatu yang seharusnya menjadi milik Ali. Zahra bukan tidak ingin hanya saja belum siap. Tetapi ia juga tidak punya alasan yang jelas mengapa belum siap memberikannya pada Ali. Satu hal yang Zahra takuti, ia takut berdosa karena belum melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri. Hal itu juga yang membuat Zahra merasa resah sedari tadi. Ia jadi serba salah, disisi lain Ali tidak pernah meminta apa-apa pada Zahra atau mungkin lelaki itu mengerti dengan perasaan Zahra yang belum bisa menerima dirinya secara penuh. Zahra tersentak ketika merasakan sentuhan lembut di pundaknya. Ia menoleh pada Al

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN