Rasanya seperti menarik diri ke belakang. Kejadian kelam itu terpatri dalam ingatan. *** Kedua tangannya mengepal di sisi tubuh ketika cintanya ditolak oleh perempuan yang ia suka. Sejak insiden penolakan di lapangan itu, Arlan memendam dendam pada Zahra. "Kamu kenapa ngajak aku ketemu di sini Lan?" Zahra menatap Arlan yang berdiri membelakanginya. Lelaki itu menatap jalanan di bawah sana. "Arlan?" panggil Zahra ketika Arlan hanya diam saja. Arlan membalik badan. "Kenapa kamu nolak aku Ra?" Pertanyaan Arlan langsung to the poin. "Aku 'kan udah bilang sama kamu, kalau aku enggak pengen pacaran," ujar Zahra. Arlan terkekeh kecil, ia mendekati Zahra. "Bukan karena Azka?" Satu alisnya terangkat. Zahra menggeleng keras. "Bukan." "Kamu dekat sama dia Ra, seluruh murid

