Urusan Nila

1415 Kata

Sam melengkungkan bibirnya. Memandang bahagia pada sosok putri tidur yang masih terlelap di sampingnya. Kembali mengingat pernyatuan panas tanpa lelah yang sudah mereka lakukan tadi malam. Berawal dari kamar mandi, lalu semuanya berlanjut tanpa bisa dihentikan lagi. Kalau tahu seperti ini, harusnya Sam mengajak Jin untuk menginap di rumah orang tua istrinya sedari awal. Jin benar-benar tidak berkutik dan akhirnya menyerah pasrah dengan semua sentuhan yang Sam berikan. Tentu saja tidak cukup sekali Sam meminta haknya tadi malam. Karena kesempatan seperti ini, tidak akan setiap hari ia dapatkan. Sampai sekarang pun, Sam masih saja belum puas untuk untuk menyentuh tubuh polos yang berada satu selimut dengannya itu. Ia masih ingin memberi banyak jejak merah di sekujur kulit putih itu, untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN