Minara menatap bingung tempat yang sedang mereka kunjungi itu. Tanpa menjelaskan apa pun, Faresta tiba-tiba saja mengajaknya ke suatu tempat yang dia tidak pernah tahu. Salah satu pemakaman umum di ibu kota. Mereka sampai di sebuah makam. Faresta mengajak wanita paruh baya itu untuk berdoa sebelum mulai menaburkan bunga. “Maaf, baru mengunjungimu sekarang, Dave,” lirih Faresta membuat Minara semakin kebingungan. “Pa, dia siapa?” tanya wanita paruh baya itu dengan hati-hati. “Namanya Dave dan di sebelahnya itu Kanaya, istrinya Dave. Dia adalah sahabat lama aku, sosok yang pernah kamu lihat di foto beberapa waktu yang lalu,” tutur Faresta mulai terbuka. Faresta menunduk, menunjukkan kalau ada hal menyakitkan di balik kepergian sahabat lama suaminya itu. “Kejadiannya begitu cepat saat

