Sore itu sebelum pulang ke rumah kontrakannya, Naura memutuskan untuk belanja ke salah satu mini market. Wanita muda itu tersenyum saat menemukan makanan ringan yang selalu menjadi kesukaan mereka saat anak-anak dulu. Senyum tipis terbit di sudut bibinya. Bayangan kebersamaan mereka saat masih di panti asuhan terputar seperti kaset tanpa henti. “Bang Gasta sudah sesukses sekarang. Dari dulu memang gak berubah, “ gumamnya. Dia dan Anggasta sebelas dua belas, sama-sama suka belajar dari dulu. Naura masih mengingat bagaimana dia dan Anggasta belajar bersama, mencari beasiswa untuk bisa melanjutkan pendidikan. Anggasta tiga tahun lebih tua dari dirinya membuat mereka harus berpisah saat Anggasta memutuskan melanjutkan kuliah di ibu kota. Naura tersenyum lagi, menyentuh bagian dadanya. Jant

