Gladys tersenyum lalu mengucapkan terima kasih pada Alfari yang menyempatkan waktu untuk mengantar dia dan Emily pulang ke rumah. Alfari bahkan tidak keberatan kalau harus mengangkat barang-barang Emily ke lantai atas kediaman Adelio. Alfari terdiam sejenak menatap foto yang terpajang di ruang tamu tersebut. “Silakan diminum tehnya, dok,” ucap Gladys meletakkan segelas minuman untuk pria yang telah membatunya itu. Alfari mengangguk, pria itu meneguk minuman yang Gladys berikan. “Hem, kamu tinggal sendirian?” tanya Alfari, Gladys menggeleng. “Sama suami kok, cuman diaa lagi ada urusan makanya gak bisa menjemput aku dan Ibu,” jelas Gladys. Saat itu juga raut wajah Alfari berubah. Pria itu tersenyum kecut. “Begitu rupanya. Saya baru tau, maaf,” gumamnya, Gladys tersenyum mengangguk men

