Pulang dari Amerika, Anggasta malah semakin manja. Tidak satu detik pun pria itu mau melepas Anggreni, benar-benar lengket ada wanita itu. Anggreni sampai jengah sendiri dengan sikap suaminya itu. “Aku mau mandi, lepas dulu,” pinta wanita itu melepas tangan Anggasta dari pinggangnya. “Gak mau, masih kangen,” rengek pria itu membuat Anggreni menghela napas mulai kesal dengan sikap Anggasta yang semakin hari semakin aneh. Bukan hanya possesive, pria itu juga semakin manja dan lengket padanya. Wanita itu terdiam sejenak. Ada satu hal yang tiba-tiba mengganggu pikirannya. Anggreni yang terdiam menarik perhatian pria itu. Anggasta mendongak untuk melihat ekspresi wanitanya dengan jelas. “Gren, ada yang salah ya?” tanyanya dengan hati-hati, wanita itu tersenyum tipis lalu menggeleng. “Aku c

