Faresta tengah sibuk dengan kerjaan kantor yang beberapa hari ini terkendala karena beberapa hal, salah satunya keinginan Minara-yang tengah hamil-menginginkan Faresta stay di rumah menemani wanita itu. Faresta sampai membawa pulang semua dokumen penting yang perlu dia kerjakan. Pria paruh baya itu membuka laci kecil untuk mengambil sebuah dokumen saat sebuah amplop jatuh. Pria itu tersenyum kecut saat melihat foto sahabatnya dalam amplop tersebut. Kedatangan Minara dengan segelas teh membuat Faresta meletakkan kembali foto tersebut dan mengambil alih minuman dari tangan istrinya. “Istirahat dulu. Kamu akhir-akhir ini sering lembur,” nasehat Minara “Aku lagi banyak kerjaan, Sayang,” sahut Faresta sembari menarik kursi untuk tempat duduk Minara. Wanita itu tengah hamil, ditambah lagi be

