Keadaan kembali seperti semula, Gladys yang hanya diam dan Rendy yang terlihat tidak peduli. Wanita itu mencuci piring bekas makan Emily, merapikan meja makan sebelum berangkat ke butik. Dia bahkan tidak peduli saat Rendy menatap setiap gerak-geriknya. “Glad kerja dulu ya, Bu,” pamitnya, Emily mengangguk. Wanita paruh baya itu merapikan rambut Gladys. “Ibu berdoa supaya kamu segera memiliki keturunan agar tidak kesepian lagi,” tutur wanita yang melahirkannya itu membuat Gladys semakin merasa bersalah. Gladys mencoba tersenyum lalu mengangguk kaku. Dia menggumamkan kata terima kasih sebelum benar-benar meninggalkan Emily. Gladys terkejut saat tangannya digenggam seseorang. Wanita itu menoleh, menatap si pelaku yang tidak lain adalah Rendy. Wajah pria itu tetap datar seperti sebelumnya.

