Bab 28 Papasan

1028 Kata

Rendi hanya termangu menatap kepergian Yura begitu saja, ia merasa telah kasar atau kelewatan pada gadis itu, karena menurutnya Yura terlalu kekanak kanakan, namun bagi Yura yang tidak Rendi sadari, niatnya ingin membantu. Rendi hanya duduk di tempatnya saat melihat Yura pergi dari hadapannya. Hingga gadis itu tidak terlihat lagi. Di sudut ruangan, terlihat Aditya tengah membawa dua botol air mineral di kedua tangannya, ia mengamati setiap gerak yang Yura lakukan, ia melihat semuanya, namun ia hanya bisa melihatnya saja. Seorang anak SMA yang masih terbilang belum dewasa, hanya mampu mengamatinya saja, lalu ia pun segera menyusul Yura, dan pergi dari sana. "Ra...tunggu!" ucap Aditya saat ia sudah berada tidak jauh dari gadis itu. Namun Yura tidak menoleh ke arahnya sama sekali, ia terus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN