Baru setengah jam, Nana pun belum beranjak dari duduknya, ia masih menyandarkan kepalanya yang ia rasa berat di atas sandaran sofa, meletakan lelah dan penatnya disana. "Tok, tok, tok." Suara pintu apartemen yang ia tempati tengah di ketok seseorang dari luar. Segera saja Nana beranjak dari duduknya, ia pikir Rama lah yang masih belum pulang. "Iya...ada apa lagi?" ucap Nana saat ia baru membuka pintu apartemennya. "Ini mbak...ada pesenan dari apartemen ini." Ucap si pengantar makanan yang Rama pesan, dan seketika Nana pun hanya menggeleng tidak mengerti, karena memang ia tidak sedang memesan makanan. "Tapi aku..." ucap Nana yang tertahan karena si pengantar makanan telah memberikan secarik catatan dan nomor telephone disana. Nana pun akhirnya menerimanya karena memang makanan makanan i

