"kamu gak mungkin kan minta untuk gw layanin elu kan?"kata Leli
"eh enggak, gw akan tutup rapat-rapat gw, gw gak minta apapun ke elu, gw akan lupain aja yang terjadi malam ini"kata Fikri
"ya udah kalau gitu, gw akan kasih sesuatu deh kalau elu gak mau, tapi nanti aja"kata Leli
"iya gw akan lupain Lel, gw gak cerita ke siapapun kok, tenang aja, gw balik dulu ke kamar ya"kata Fikri
"iya"kata Leli
Fikri pun kembali ke kamarnya. Beberpaa saat kemudian, Gara pun kembali ke kamar dan langsung tidur setelah lega melepaskan semuanya dengan Leli itu tadi.
Setelah mendengar Gara mendengkur, Fikri pun kembali keluar kamar untuk ke kamar mandi.
Dia lalu menyelesaikan apa yang di tahannya tadi dan tentu saja dia terus mengocok miliknya hingga keluar.
"wah lega banget, dasar mereka berdua bikin pengen aja, karena gan ada cewek, jadinya gw keluar in sendiri aja"kata Fikri
Setelah selesai berkativitas, Fikri pun keluar dan kagetlah dia karena Nira sudah ada di depan kamar mandi sambil menahan kebeletnya.
"lama benet elu Fik, minggir deh gw udah kebelet nih"kata Nira
"eh iya sori"kata Fikri
Fikri pun kemudian menyungkir. Nira kemudian masuk dan menutup pintunya. Namun pintu itu tidak terkunci sehingga sedikit terbuka.
Fikri pun kemudian bisa dengan jelas melihat Nira duduk berjongkok di bawah namun hanya kelihatan dari samping saja.
"Eh, dia, nagus juga punya dia ya"kata Fikri yang jelas melihat Nira dari samping dan tentu saja pahanya yang putih mulus itu.
Fikri tidak bisa lepas dari Nira itu. Dia terus melihat Nira beraktivitas di dalam. Nira tidak bertindak lebih lanjut dan dia pun kemudian menyelesaikan urusannya itu.
Setelah selesai, Fikri pun kaget dan berbalik ke arah dalam. Namun Nira pun sadar bahwa pintunya tidak tertutup olehnya dengan rapat sehingga bisa terlihat dari luar.
"Fik"kata Nira
"Eh Nir, sori gw gak sengaja lihat ya Nir"kata Fikri
"owh itu, elu mamu lihat lagi ya, nih"kata Nira menaikkan celana pendeknya hingga pahanya terlihat jelas.
"eh gak gitu juga Nir"kata Fikri
"gw tahu kok, elu pasti pengen sentuh ini, apalagi setelah mendengar enak dari Gara dan Leli, sentuh aja Fik"kata Nira
"Tapi Nir"kata Fikri
"gak mau?ya udah"kata Nira menutup kembali pahanya dengan cepana pendeknya yang hampir selutut itu.
Fikri hanya menelan ludahnya saat itu. Paha mulus Nira membuat miliknya kembali menegang padahal baru saja mengeluarkan cairan dari dalamnya.
"elu tadi di dalam lama, pasti lagi ngocok ya"kata Nira dekat dengan telinganya.
Fikri pun kaget, Nira yang kalem dan anggun itu ternyata tahu dengan yang dilakukan laki-laki terlebih setelah melihat hal enak di dalam kamar mandi itu.
"gw tahu kok, makanya gak gw ketik, padahal gw udah lama sekali di sini tadi, sampai bocor dikit karena elu kelamaan di dalam"kata Nira
"aduh sori Nir, gw gak bermaksud"kata Fikri
"Lain kali bilang aja ya, apalagi kalau berdua, elu beneran gak mau pegang punya gw?pasti elu lihat dengan jelas kan tadi"kata Nira menawarkan Fikri untuk menyentuh pahanya.
"eh gak usah Nir, udah malam banget ini, tidur ya"kata Fikri
"hmm mau tidur barengan?"kata Nira
"hah?jangan aneh deh, nanti ketahuan yang lainnya gimana"kata Fikri
"ya biarin, urusan mereka kalau itu, mau gak? pasti mau lah, mana ada cowok yang nolak kalau di ajak "kata Nira
"ya mau, tapi kan gak ada lagi tempatmya"Kata Fikri
"mau di dapur ini, atau di ruang tamu tuh"kata Nira
"bebas"kata Fikri
"hihi hihi dasar cowok pasti mau deh kakah di ajak, elu sama seperti yang lainnya ya ternyata, ya udah deh kita tidur di kamar masing-masing deh"kata Nira
Nira pun kemudian kabur dari Fikri dan masuk ke kamarnya yang sebenarnya dekat dengan kamar para cowok itu
Fikri pun kemudian tidur di ruang tamh di sofa karena tempat tidurnya sudah penuh dengan kaki dan tangan teman-temannya, apalagi Gara yang mendengkur setelah enak dan juga suara dengkuran Halim yang bersahut-sahutan sehingga membuat Fikri tidak bisa tidur.
Fikri langsung membayangkan apa yang terjadi padanya tadi. Apalagi seolah Nira menggodanya setelah mendengar hal enak dari Gara dan Leli.
"huh, cewek itu beneran apa enggak sih, memang aneh tuh cewek, pengen di godain, tapi setelah di godain ngira semua cowok sama aja aneh"kata Fikri
Fikri juga memikirkan hal yang membuatnya ingin lagi, yaitu ketika melihat punya Nira yang mulus itu.
"tadi kayaknya dia sengaja deh kayak gitu biar gw bisa lihat dia"kata Fikri
"Tapi kalau beneran, ya gak apa-apa deh, Nira lebih wajar dari pada Dera, cantik juga orangnya, mending sama dia aja deh"kata Fikri
Sejak saat itu, Fikri pun mulai memikirkan Nira dimana Nira juga memikirkan Fikri.
"hmm pasti kepikrian deh, pasti bisa lupain Dera sialan itu"kata Nira
Dan benar saja, Nira dan Fikri menjadi lebih dekat sejak kejadian malam itu.
"Eh Fik, masih kepikiran semalam gw?"kata Nira
"yang mana?yang dengar Gara dan Leli apa yang kita berdua di dapur setelah itu "kata Fikri
"yang kita berdua lah,ngapain mikirin yang lainnya, elu beneran gak mau nyentuh, gak usah munafik deh pasti elu mau kan"kata Nira
"ya mau sih, tapi gak sekarang juga, banyak orang lagi"kata Firki
"ya udah mau nanti malam?atau kapan?"kata Nira
"terserah deh, bebas"kata Fikri yang tentu saja tidak bisa menolak
"hmm dasar cowok pasti maunya gitu deh"kata Nira
"emang elu gak mau apa kok godain?kayak gini kan"kata Fikri mulai menyentuh paha Nira
"hee dasar nyuri kesempatan"kata Nira
"ya mukpung gak terlihat kan, kok bisa mulus banget ya, pasti elu rawat"kata Fikri
"jelas dong, harus perawatan, makanya jadi gini, elu suka?"kata Nira
"suka banget deh"kata Fikri
"eh udah, ada orang tuh"kata Nira
Fikri pun lalu segera melepaskan tangannya di paha Nira yang mulus itu. Fikri lalu mencium tangannya dan berbau harum.
"wangi juga ya punya elu"kata Fikri
"jelas dong"kata Nira
Fikri dan Nira pun mulai dekat. Meraka sekarang berdua terus kemana-mana seolah menjadikan Fikri sebagai cowok yang senang mempermainkan cewek padahal Dera yang pergi meninggalkannya.
Dera pun melihat kedekatan mereka berdua dan merasa jengkel. Tanpa sadar, Dera pun di selimuti rasa cemburu karena kedekatan Fikri dengan Nira itu.
"kenapa elu Dera sayang"kata Leli
"gak tahu, malas aja lihat mereka berdua kayak gitu, apaan, sok perhatian tuh Fikri"kata Dera
"hmm elu cemburu ya, dasar, tetapo saja cemburu padahal bukan cowok elu"kata Leli
"apaan enggak lah, mendingan cowok gw dari mana-mana"kata Dera
"lha ngapain elu kayak gitu cantik kalau gak cemburu"kata Leli
"entahlah, sebel aja lihat mereka kayak gak pernah pacaran aja"kata Dera
"eh jangan salah, Fikri tuh udah beberapa kali pacaran meskipun setengah tahun ini jomblo, sedangkan Nira, udah ada cowoknya dia, sekarang kuliah S2 di kampus, gak ada yang tahu kalau Nira udah ada pacar, karena mengira selalu jomblo dan gak pernah aneh-aneh"kata Leli
"Hah?udah ada pacar?kok tingkahnya kayak gitu, ganjen banget kayak mau godain cowok orang aja"kata Dera
"cowok siapa juga, Fikri kan jomblo, berarti ya bebas dia mau sama siapa aja"kata Leli
"enak aja, gak bisa gitu dong kok malah godain cewek orang?"kata Dera
"ya biarin lah, emang dia gak godain elu juga?"kata Leli
"entahlah, jengkel aja gw, huh"kata Dera
Dera pun di bakar api cemburu karena Fikri dekat dengan Nira dimana Nira ternyata diam-diam sudah punya cowok tanpa di ketahui yang lainnya.
Tetapi Nira tetap naksir kepada Fikri karena Fikri adalah tipenya yang dia idamkan selama ini, tidak terlalu tampan, agak tinggi dan cenderung kurus, dengan memakai kacamata. Sedangkan cowoknya memang berkacamata, tetapi agak gendut meskipun dia tinggi juga.
"eh jangan gitu dong Fikri, gw geli tahu elu elus gini"kata Nira yang pahanya di elus Fikri
"ya sebenarnya pengen yang lain, tapi elu nawarin gini sih, tetap pengen juga "kata Fikri
"hmm dasar"kata Nira
"gw jadi gini karena semalam tuh, gara-gara Gara dan Leli tuh, enak bener dia, elu mau gak?"kata Fikri
"enak aja, gak"kata Nira
"ayolah, elu pasti pengen juga kan semalam mendengar mereka enak di dapur, gw mau juga Nir sama elu"kata Fikri
"jangan deh Fik, gw udah ada cowok tahu, jangan seenaknya gitu dong"kata Nira
"eh elu udah ada cowok?"kata Fikri
"iya, aneh ya?"kata Nira
"eh enggak sih, wajar elu punya karena elu cantik"kata Fikri
"gak usah gombal deh, udah ih, ntar kalau elu kepengen bahaya, cukup elu aja ya"kata Nira
Fikri agak kaget mendengar Nira punya cowok. Tetapi asalkan dia masih bisa dekat dengan Nira dimana Nira mempersilahkan Fikri untuk menyentuh pahanya itu tidak membuat Fikri bermasalah, apalagi tiga cewek lainnga tidak ada yang lebih cantik daripada Nira yang sayang kalau di lepaskan begitu saja.