"iya gw udah ada cowok Fik, kenapa?jangan bilang elu naksir gw ya"kata Nira
"hmm emang gak boleh ya naksir yang sudah punya cowok"kata Fikri
"enggak ada yang larang sih"kata Nira
"ya udah kalau gitu, gak apa-apa kalau gw dekat sama elu berarti"kata Fikri
"lha emang sekarang kita gimana, gak dekat?"kata Nira
"ya dekat sih tapi gimana ya, kayak masib ada yang kurang gitu"kata Fikri
"hmm dasae, udah gini aja ya"kata Nira
Nira pun menyandarkan kepalanya ke bagu Fikri yang ada di sebelahnya. Fikri masih mengelus pahanya yang di lipat ke atas sehingga membuatnya lebih tertutup.
Namun tentu saja kelakuan mereka membuat Dera menjadi lebih marah karena cemburu kepada Fikri yang justru dekat dengan cewek lain selain dirinya.
Namun berbeda dengan Fikri yang begitu nyaman dengan Nira yang seolah-olah menjadi pacarnya karena mereka sudah berani berpegangan tangan di depan umum itu tanpa menyembunyikannya kalau mereka sedang dekat, bahkan mereka pun sering berduaan ketika sedang mengerjakan proyek milik Nira dan Murni itu.
"wah hebat elu bro, di tolak Dera, dapatnya Nira, apa sih rahasianya"kata Jefry iri
"gak ada sih"kata Fikri
"apaan, gw heran elu bsia dekat dengan cewek-cewek cantik, lha gw?sama Suri, biasa banget dia bro, gak bisa gw"kata Jefry
"pranggg..." kepala Jefry pun di pukul nampak oleh seseorang di belakangnya
"aduh apaan sih, siapa ini dasar, eh elu Sur "kata Jefry
"apa elu bilang?gak mau juga gw sama elu, cowok kok gak ada kemampuan, ini Fik, buat elu aja"kata Suri
"lha, kan elu tadi mau buatin buat gw Sur, kom jadi Fikri "kata Jefry
"ogah gw sekarang,mending buat Fikri aja ya kan Fik"kata Suri
"lha dia biar sama Nira aja, ngapain elu ikutan juga"kata Jefry
"bodo amat, dah di minum ya Fik"kata Suri
Suri pun lalu pergi ke dapur kembali meninggalkan Fikri dan Jefry yang sedang mengobrol.
"eh terus Dera gimana bro, sayang banget"kata Jefry
"gak gak pilih-pilih bro"kata Fikri
"ah bener juga ya, embat aja semuanya, gitu kan"kata Jefry
"ya kalau mau bro,orang gak sengaja dekat kok"kata Fikri
"eh gimana elu bisa dekat dengan Nira sih,kalau Dera sih wajar karena teman satu kelompok, lha Nira, kom tiba-tiba aja gitu bro"kata Jefry
"entahlah, gw gak tahu tiba-tiba aja dekat"kata Fikri sedikit berbohong
Mereka berdua dekat karena kejadian semalam dimana mereka berdua sedang mendengar Gara dan Leli sedang enak di dapur itu.
Setelah itu, mereka pun menjadi semakin dekat hingga seperti orang pacaran, bahkan sebelum dua puluh empat jam berlalu.
Malam harinya, Fikri pun melihat Gara pergi keluar dari kamar setelah melihat semuanya tidur dengan pulas.
Kemudian Gara pun menutup pintu dapur tanda bahwa mereka sudah mulai beraksi malam itu.
Fikri pun mengendap-endap untuk pergi ke pintu dapur. Fikri kemudian menempelkan telinganya dan tentu saja adegan oun baru saja di mulai.
"eh udah mulai ya Fik"kata Nira
"eh elu ngagetin aja,untung gw gak teriak, udah mau mulai sih"kata Fikri
Mereka berdua pun menempelkan telinganya ke pintu dapur itu. Terdengar suara Leli sedang enak dengan Gara meskipun masih pemanasan saja.
"hmm masih belum ya Fik"kata Nira
"belum sih, baru pemanasan kayaknya"kata Fikri
"hmm gitu"kata Nira
Jantung Fikri pun deg degan saat mendengar hal enak di dalam dapur sana. Apalagi di depannya ada cewek cantik yang baru semalam dekat dengannya, Nira yang wajahnya begitu dekat dengan dia itu.
"kenapa lihat-lihat"kata Nira
"gak apa-apa, sambil mendengar aja"kata Fikri
"hmm dasar, kamu udah pengen ya"kata Nira
"udah banget"kata Fikri
Namun tanpa di duga, Nira pun mencium bibir Fikri yang tentu saja Fikri membalasnya.
"eh udah jangan berisik, nanti kedengeran, mana kita ada di sini lagi"kata Nira
"eh iya"kata Fikri
Fikri lalu beralih dengan mengelus paha mulus Nira yang semenjak tadi dia mainkan.
"aduh geli Fik"kata Nira
"boleh lebih gak"kata Fikri
"apaan"kata Nira
Fikri pun lalu menarik Nira ke arahnya. Dia lalu membalikkan badan Nira sehingga menghadap ke arah yang sama. Fikri lalu melingkarkan tangannya ke perut Nira dan memeluknya dari belakang.
"gini aja Nir"kata Fikri
"ah kiran, gw sampai kaget lho"kata Nira
"emang elu pengen yang lebih ya Nir"kata Fikri
"hmm gimana ya, ini kalau hanya denger aja kurang enak sih Fik"kata Nira
"hmm apa kita lubangi aja ya, pintunya kan tipis"kata Fikri
"nanti ketahuan"kata Nira
"enggak, kamu ada jarum gak?"kata Fikri
"ada sih, ini"kata Nira sambil memberikan peniti
"eh cepet banget, udah di lubangi aja"kata Fikri
Fikri pun melubangi pintu itu hingga sedikit terlihat. Fikri lalu melihat ke dalam dapur dari lubang kecil itu.
"eh ngapain mereka"kata Nira
"Gara lagi hisap bawahnya Leli, senjata atasnya Leli bagus banget hmmm"kata Fikri
"pengen lihat deh, kayaknya enak tuh"kata Nira
"kamu mau?"kata Fikri sambil mengelus pahanya
"enak aja"kata Nira sambil menaruh tangan Fikri agak ke bawah sehingga area bawahnya masih akan.
"kalau atas boleh ga, peengen banget nih Nir"kata Fikri
"dasar kamu ini, gw aja belum lihat nih, elu enak udah ganjel punggung gw nih punya elu"kata Nira
"ya kan gara-gara Gara nih, jadi pengen, elu mau gak memberikan ke gw"kata Fikri
"enak aja, keenakak elu dah"kata Nira
"ya kan elu juga enak, kayak gini gimana"kata Fikri mulai mereka d**a Nira
"eeeh geli Fik, jangan deh, nanti ketahuan yang lain gimana"kata Nira
"gak bakalan, gelap gini dan yang lain sedang ngorok gitu"kata Fikri yang terus meremas senjata Nira yang tidak terllau besar itu.
"dasar elu Fik, mulai kurang aja nih"kata Nira
"udah nikmatin aja Nir, mumpung sama-sama pengen kan, elu juga pengen pasti"kata Fikri
"enggak juga kali"kata Nira
"ah bohong, apa gw sentuh bagian bawah elu juga?"kata Fikri
"eh jangan kurang ajar ya, ini udah berlebihan banget"kata Nira
"tapi enak banget lho Nir, meski agak kecil tapi padat punya elu"kata Fikri
"elu suka yang mana emangnya"kata Nira
"suka semuanya hehe"kata Fikri
"dasar cowok, eh tuh mereka udah masuk tuh"kata Nira
"iya lihat aja terus Nir, gak apa-apa, gw nikmatin aja punya elu, kapan lagi kan"kata Fikri
Nira pun tidak bereaksi, dia fokus dengan yang dilihatnya yaitu gerakan maju mundur dari Gara untuk memuaskan Leli yang sudah duduk mengangkang di kursi dapur.
"mereka ngapain Nir"kata Fikri
"yah, Leli udah di hajar tuh sama Gara di kursi dia duduk"kata Nira
"enak ya"kata Fikri
"kayaknya sih"kata Nira
"elu beneran gak mau juga Nir, masak lihat doang"kata Fikri
"udah jangan berlebihan ya, gw udah ada cowok"kata Nira
"tapi kok mau gw kayak giniin"kata Fikri masih meremas milik Nira dari luar itu
"terserah, asal hanya ini, jangan minta lebih ya"kata Nira
Fikri pun kehabisan kata-kata. Dia masih menikmati enaknya meremas milik Nira yang kecil imut itu.
Fikri pun mulai jahil dengan memasukkan tangannya ke dalam kaos, namun Nira menghalanginya.
"udah jangan berlebihan ya Fikri sayang"kata Nira
"habisnya nanggung banget sih Nira sayang"kata Fikri
Fikri masih memangku Nira dan memeluknya dari belakang sambil terus memberikan enak kepada Nira lewat senjata Nira yang kecil imut itu.
"Nir"
Fikri memanggil Nira supaya menolah, dan saat itu juga Fikri mencium bibirnya yang lembut itu.
Nira pun tidak menolak ciuman dari Fikri itu dan malah meladeninya. Ciuman Nira memang tidak selembut Dera, tetapi tetap saja membuat Fikri semakin bersemangat, apalagi mendengar suara enak Leli dari dapur itu.
"ah ah ah ah aku keluar Gara sayangggg"kata Leli di dapur
"iya aku juga sayanggg"kata Gara
"eh udah selesai, yuk balik"kata Nira
"eh iya, ah dasar mereka cepet banget dah, lagi enak juga "kata Fikri
"udah di lanjut nanti aja"kata Nira
"beneran?sampai mana?"kata Fikri
"jangan macam-macam ya"kata Nira
Nira pun pergi kembali ke kamarnya. Begitu juga Fikri yang juga kembali ke kamarnya untuk pura-pura tidur sambil menunggu Gara kembali ke dalam kamar dan mengorok seperti biasanya, apalagi setelah melepaskan semua beban kepada Leli itu.
Fikri pun jelas membayangkan Nira yang meskipun sudah punya cowok, tetapi Fikri masih bisa merasakan ciuman dan juga senjatanya yang kecil imut itu meskipun dari luar saja.
Namun tanpa di sadari Fikri, bahwa Dera melihat mereka berdua dari kejauhan. Wajah Dera pun semakin merah padam karena rasa cemburu melihat Fikri sedang berduaan asyik dengan Nira, bahkan mereka saling berciuman dengan posisi Fikri memangku Nira dengan posisi arah yang sama. Padahal seminggu lalu, Fikri baru saja berciuman dengan Dera yang justru membuat Dera semakin menjauh