"maskudnya?"kata Fikri
"iya, gw akan kasih lebih ke elu"kata Dera
Dera pun lalu mencium bibir Fikri dimana Fikri masih diam saja. Namun karena Dera terus menciumnya, Fikri pun akhirnya membalas ciuman Dera itu hingga merekapun berciumna mesra di sana, tanpa ada seorang pun yang melihatnya.
"mmmmppphhh...."
Mereka berciuman mesra. Dera mengalungkan lenganny ake leher Fikri hingga mereka menempel ketat.
Fikri hanya meladeni Dera saja. Meskipun nafsunya sudah tinggi, tetapi dia masih tidak mau berkspektasi lebih kepada Dera karena belum tentu sama dengan yang di pikirnya.
Namun, Dera semakin bersemangat dan malah meminta Fikri untuk meremas benda kenyalnya.
"remes dong Fik, jangan di anggurin"kata Dera
Dera menaruh tangan Fikri ke benda kenyalnya dan meminta untuk meremasnya. Fikri yang seolah di beri lampu hijau pun langsung bersemangat untuk meremas benda itu.
Ciumna mereka semakin bersemangat terutama setelah Fikri meremas benda kenyal Dera.
"aaah...bener Fik, enak banget"kata Dera
Fikri pun semain bersemangat dan kemudian tangannya pun masuk ke dalam kaos Dera. Tangannya pun menuju punggung Dera untuk melepas kaitan tali beha Dera.
Fikri lalu menaikkan kaos Dera sekalian behanha sehingga dia bisa dengan mudah neraih benda kenyal Dera yang ujungnya berwarna merah muda itu.
Benda kenyal Dera begitu sempurna, padat berisi dan pas untuk tangan Fikri, tidak terlalu imut dna kecil seperti milik Nira tapi juga tidak sebesar milik Murni
Tangn Dera juga tidak mau kalah. Tangannya menurunkan celana Fikri semuanya hingga benda pusaka Fikri pun terbebas.
"wah besar panjang lagi punya dia ternyata"kata Dera dalam hati.
Dera pun langsung memegang benda pusaka itu dan mengocoknya pelan dengan mereka masih berciuman.
Tangn Fikri pun juga tidak mau kalah, dia meramas benda kenyal Dera dan juga bokongnya yang montok juga itu.
"aaaah...."
Mereka masih berciuman dan memainkan benda mereka. Hingg kemudian Dera pun melepaskan ciumannya dan berjongkok di depan Fikri.
Dera langsung melahap benda pusaka Fikri dengan bibir lembutnya itu. Fikri sedikit kaget namun bisa menguasai keadaan mengingat dia di berikan hal yang sama semalam oleh Nira.
"uuummmhhh...."
Dera pun menghisap benda pusaka itu dengan lahapnya. Dia melahap setiap titi di benda pusaka itu. Hisapannya begitu enak yang bahkna mengalahkan Nira.
"enak banget Fik benda kamu, aku suka"kata Dera
Fikri hanya melihat saja dengan tersenyum sambil memegang rambut Dera yang lurus itu. Dera pun masih menghisap benda pusakan Fikri hingga puas sebelum dia melepaskan kaosnya sendiri dengan berdiri melepaskan hisapan pada benda Fikri
Fikri pun hanya diam mematung saja di sana meskipun memandang keindahan benda kenyal yang paling indah yang dia lihat secara langsung itu.
"di anggurin aja Fik?gak mau isap"kata Dera
Seolah di tantang, Fikri pun langsung menghisap benda kenyal Dera itu dsn mendorong tubuh Dera ke belakang hingga menempel di meja.
"aaaah...benar Fik, hisap terus Fikkk..puasin aaaah..."kata Dera
Fikri begitu bersemangat menghisap benda kenyal itu. Dera pun kemudian naik ke meja agar Fikri bisa lebih leluasa menghisap benda kenyalnya itu.
"aaaaah.... terus Fikri sayanggg...enak banget hisapan kamu "kata Dera
Desahan Dera membuat Fikri semakin bersemangat. Tapi dia tidak mau lanjut lagi karena takut kalau Dera tidak mengijinkannya.
"aaaah...terus Fiikkk..enak...puasin gw Fikkk...enak bener..."
Beberapa menit Fikri menghisap benda itu hingga kemudian dia pun berhenti. Mereka saling melempar senyum karena kepuasan itu.
"gimana?enak Fik?"kata Dera
"enak banget"kata Fikri
"mau lebih?"kata Dera
Dera kemudian menurunkan celana nya. Dia sambil tersenyum berkata ke Fikri.
"mau lebih Fik?ini punya gw"kata Dera
Fikri jelas kaget dan matanya terbelalak ketika bagian bawah Dera terlihat meskipun masih di dalam celana dalamnya.
"mau di lihat aja Fik?"kata Dera
"eh"kata Fikri
"isap juga dong"kata Dera
"serius?"kata Fikri
"heem"kata Dera mengangguk.
Fikri lalu menghisap ceana dalam Dera yang sudah basah karena cairan Dera itu.
"lepasin aja semuanya Fik"kata Dera
"eh iya"kata Fikri
Fikri pun melepas celana dalam Dera dna terlihatlah sebuha lubnag kemerahan tanpa bulu di sana. Sebuah lubang indah dari salah satu cewek tercantik di kampus yang tidak sembarang orang bisa melihatnya.
"sluuurrrrrp...."
"aaaaaaah....bener ...iseppp teruss Fiikkk..."
Fikri pun langsung menghisap lubang. Dia begitu bersemangat dengan hal itu. Sudah lama Fikri tidak merasakan lubang.
"aaaah...enak bnaget Fikkk terus hisaaappp aaaah..."
Beberapa menit Fikri menghisap lubang Dera itu hingg kemudian dia berhenti karena ingin memasukkn benda pusakanya ke sana. Namun terlebih dulu dia meminta izin ke Dera.
"aku mau masukin Der, boleh?"kata Fikri
"masukin Fik, puasin gw Fik"kata Dera
Mendengar hal itu, Fikri langsung bersemangat. Dia memegang benda pusakanya. Namun Fikri diam saja
"eh kenapa Fik?ragu?"kata Dera
"enggak, elu turun dulu, di kursi aja Der"kata Fikri
"owh, ketinggain ya di sinj"kata Dera
"iya"kata Fikri
Dera pun menuruti Fikri untuk duduk di kursi. Lalu kakinya dia angkat satu untuk lebih memudahkna Fikri memasukkn benda pusakanya ke lubang Dera itu.
"udah, masukin Fik sini"kata Dera.
Bleeessss....
Fikri pun langsung memasukkan benda pusakanya secara perlahan ke lubang Dera yang sangat basah itu. Dia mendorongnya perlahan hingga sampai ujungnya.
"aaaaah...enak banget Fik"kata Dera
"iya enak banget, punya elu kom sempit gini"kata Fikri
"ya jelas dong, punya elu kegedean"kata Dera
"ah masak, masak elu gak pernah rasain yang segede ini"kata Fikri bangga dengan kepunyaannya itu
"hmmm gimana ya, goyang aja deh Fik, gak usah bahas itu"kata Dera.
"baiklah kalau begitu, ini rasain"kata Fikri
Fikri kemudian bergoyang perlahan. Dera pun matanya merem melek merasakn kenikmatan yang sudah beberapa lama tidak dia rasakan. Dera yang setia itupun akhirnya melakukan hal seperti ini dengan yang bukna kekasihnya.
"aaah...aaah...aaah...enak banget Fik, kencengin"kata Dera
"iya Dera sayang, aku kencengin ya, rasakan keenakannya"kata Fikri memepercepat goyangannya
"aaah...aaah...aaah...terus Fikri sayanggg .."
Fikri terus bergoyang kencang dan membuat benda pusakanya keluar masuk lubang enak milim Dera yang merah merekah itu tanpa ada bulu, sedikit berbeda dengan Leli yang masih menyisakn bulu di atasnya
"aah...aaah...aaah..."
Tnapa lelah Fikri terus bergoyang. Dera tentu saja merasakan nikmatnya goyangan Fikri yang sebenarnya jarang melakukna hal seperti ini.
"aaah...aaah ..aaah...enak Fikri sayanggg..."
"lubang kamu, lubang kamu, enak banget dan bikin nagih Der"kata Fikri
"iya, benda pusaka kamu jug anagih, penuh banget rasanya Fiksi sayang aaah ..aaaah...aaaah...." kata Dera
Fikri pun terus bergoyang hingga kemudian, mereka berdua merasakan akan keluar.
"aaah...aaaah...aaah...aku mau keluar Fik"kata Dera
"gw juga Der"kata Fikri
"keluarin diluar ya Fik aaaah...aaah...aaah..."kata Dera
"iya sayang "kata Fikri kaget
"iya aah...aaah...aaah...aku keluarrrrr Fiikkkkk...."kata Dera
"aku juga sayanggg..."kata Fikri
Fikri pun mencabut benda pusakanya dan memuncratkan cairan ke d**a Dera yang montok itu. Cairan Fikri pun menetes perlahan ke bawah ke perut Dera yang masih lemas setelah keluar.
Fikri pun duduk di kursi depan Dera sambil tersenyum ke arah Dera yang di balas Dera dengan senyuman manisnya.
"enak sekali sayang...."kata Dera
"iya sayang"kata Fikri.
"pulang yuk, mana baju gw"kata Dera
"eh iya"kata Fikri
Fikri mencarikan baju Dera yang berserakan di lantai perpustakaan sekolah itu.
"eh gw lupa gam bawa tisu, di lap pakai apa ini"kata Dera
"eh, bentar, pakai ini aja"kata Fikri melepas kaos dalamnya
"eh makasih, terus gimana ini, kamu pakai?"kata Dera
"enggak, aku simpan di saku aja"kata Fikri
"owh ya udah"kata Dera
Dera menerima kaos dalam Fikri dan mengelap cairan Fikri dari dadanya itu hingga bersih.
Rasa puas terpancar jelas di mereka dengan wajah mereka yang bercahaya.
"wah udah sore banget ya, buruan deh Fik, mereka nanti curiga gak ya"kata Dera
"ah kita alasan aja bikin proker"kata Fikri
"iya sih, tapi gw gak mau Nira gimana-gimana"kata Dera
"yah entahlah, lihta aja nnati, semoga gka ada pertengkaran di antara kalian ya"kata Fikri
"iya semoga aja ya, makasih ya Fik, udah kasih puas ke aku"kata Dera yang sudah memakai semua bajunya dan memeluk Fikri
"iya saam-sama sayang, aku juga puas banget, udah lama gak rasain lubang "kata Fikri
"hmm dasar kamu, gak pernah di jatah lubang juga ya sama Nira"kata Dera
"yah begitulah"kata Fikri
Mereka berdua pun kembali ke rumah penginapan mereka. Mereka langsung membersihkn diri, mandi seperti yang lainnya sore itu tanpa ada yng curiga.
Tetapi ada satu orang yang curiga sebenarnya. Mata dia melotot waktu Fikri dan Dera kembali ke rumah tanap di sadari oleh mereka berdua.
"gimana sayang...enakan mana, lubang aku apa lubang Dera"kata Nira
"eh?"kata Fikri
Nira pun akhirnya memberikan hal yang di maui oleh Fikri, yaitu lubangnya yang akhirnya di rasakan Fikri di malam hari, beberapa jam setelah Fikri merasakan lubang milik Dera.