Berdua Dengan Dera

1330 Kata
"wah besok ge minta Gara untuk tutup ini lubang"kata Leli "eh jangan Lel"kata Dera "lha kenapa?nyar kenapa-napa, gw jug agak enak klau di lihat waktu main kali, meskipun elu lihat gw main sama cowok gw berkali-kali sih hehe"kata Leli "yah itu eluny aaja yang gak tahanan"kata Dera "baiklah, gw tutup aja, gw gak mau kenapa-kenapa "kata Leli "jangan Lel, biarin aja, gw jaga kok, hanya mereka saja kok yang tahu"kata Dera "lha tapi nanti"kata Leli "udah gw tanggung jawab kalau kenapa-kenapa "kata Dera "beneran lho ya, eh Fikri di kocok tuh ya"kata Leli "iya, mereka hanya begitu aja kok, gka pernah lebih"kata Dera "wah sayang sekali, coba elu yang ngasih tuh ke Fikri, ambil perjakanya"kata Leli "dia udah enggak perjaka kali, udah pernah "kata Dera "eh serius?hmmm hebat juga ya cowok kayak gitu udah pernah, tapi wajar sih lumayan orangnya, wajar kalau elu naksir dia hihi"kata Leli "apaan sih, enggak"kata Dera "eh mereka udah selesai tuh, udah mincrat punya Fikri, hmmm banyak juga ya kayaknya"kata Leli "iya banyak, gak tahu kom stok cairannya gak habis-habis, udah beberapa hari"kata Dera "tahu banget kamu, sedotlah, biar habis"kata Leli "enak aja, dah ah ayo tidur"kata Dera "iya sayang, kamu beneran gak pengen "kata Leli "jangan ngaco"kata Dera Dera dan Leli pun balik ke kamar. Dera sebenarnya pengen dimana lubangnya sudah basah, tapi dia sembunyikan. Sedangkan di dapur, Fikri yang sudah keluar pun muncrat di d**a Nira yang imut itu. Nira pun tersenyum dan mulai membersihkan cairan itu dari dadanya. "hmm muncratnya pas sayang, pas di d**a aku nih, jadi basah semua d**a aku"kata Nira "iya sayang, maaf ya, enak banget"kata Fikri sambil memberikan tisu kepada Nira "udah aku ke kamar mandi aja mau bersihkan ini sayang, mau ikut?"kata Nira "iya boleh"kata Fikri "enak aja, jangan sayang, gilirn ya, aku mau pipis juga hihi"kata Nira Fikri pun akhirnya menuruti saja dan dia terdiam di tempat duduknya selagi Nira masuk ke kamar mandi membersihkan sisa-sisa carian Fikri. Setelah beberapa menit, Nira pun keluar. Dia tersenyum menggoda Fikri sambil berlalu. "besok lagi ya sayang"kata Nira dengan senyum menggodanya "iya sayang"kata Fikri Nira pun berlalu di saat Fikri pun ke kmaar mandi untuk membersihkan dirinya. Dia pun lalu tidur terlelap menyusul yang lainnya. Keesokan harinya, mereka masih melakukan kegiatan yang sama, menyiapkan proker yang sudah mereka susun. Tapi Fikri kebingungan karena Dera tidak ada dimana sebenarnya dia mau membhas proker dengannya. "eh Lel, Dera kemana ya, dari tadi di telepkn gak bisa"kata Fikri "hmm tadi tuh di sekolahan, di SD situ sih"kata Leli "hah?ngapain dia ke sana, udah gak ada orang kan"kata Fikri "yah udah pulang sekolah sih harusnya ya, kan hampir sore"kata Leli "ya udah gw susul ke sana aja deh, elu ikut gw ya"kata Fikri "eh sori Fik, gak bisa gw ada urusan"kata Leli "ah paling pacaran kan elu sama Gara"kata Fikri "enak aja, elu susul sendiri aja, gw khawatir juga, ntar kalau dah ketemu kabarin ya"kata Leli "iya beres"kata Fikri Leli dan Fikri pun menuju arah yang berbede. Fikri menuju sekolahan dimana di duga Dera ada di sana. Dan benar, Dera ada di sana di sebuah ruangan yang sepertinya adalah perpustakaan sekolah itu karena ada banyak buku di sana. "eh Der, elu gw cariin dari tadi ternyata di sini"kata Fikri "eh iya ada apa"kata Dera sambil duduk membaca buku "ya urusan proker, mau apa lagi"kata Fikri "owh itu, gw lagi nyari referensi sih ini, gw lagi baca buku"kata Dera "ya kabar-kabar dong, masak gw telepon dari tadi gak elu angkat"kata Fikri "eh sori, hape gw di tas gw silent"kata Dera sambil mengambil ponselnya "eh elu masih marah sama gw ya Der"kata Fikri "marah kenapa"kata Dera "ya kenala gitu, elu kan menghindar dari gw kayaknya"kata Fikri "mana ada"kata Dera "beneran"kata Fikri duduk di sebelah Dera "eh kok di sini"kata Dera "ya pengen tahu aja elu baca apa"kata Fikri "ya ini sih"kata Dera sambil memberitahukan buku ke Fikri hingga mereka berdekatan. Merekapun berdekatan, dekat sekli bahkan hingga pipi mereka hampir menempel. Selang beberapa saat kemudian, Dera dan Fikri pun sadar sudah terlalu dekat hingga merekapun menjauh. "eh sori Fik"kata Dera menjauh "eh iya"kata Fikri Fikri dan Dera pun menjauh dan mereka saling diam beberapa saat hingga kemudian mereka di kagetkan suara kencang dimana itu adalah pintu yang tertutup karena tertiup angin. braaakkk... "eh bikin kaget aja itu pintu"kata Dera "iya nih"kata Fikri "eh aduh, lupa gw kuncinya dimana, di sana ada kunci gak Fik"kata Dera panik "eh gak ada tadi di pintunya"kata Fikri "aduh itu pintu kalau tertutup harus di buka lewat kunci, gw taruh mana ya tadi"kata Dera "elu taruh tas mungkin"kata Fikri "ah iya"kata Dera Dera pin tergesa-gesa dan kemudian menjatuhkna tasnya tepat di deapn Fikri. Dengan sigap, Dera pun mengambil tasnya itu namun dia tersandung hingga dia pun jatuh ke pelukna Fikri sebelum tasnya dapat. "brukkk.." Dera pun jatuh ke pelukan Fikri dan membuat mereka semakin canggung. Dera pun langsung bangkit dan ingin mengambil tasnya lagi. "aduh sori Fik"kata Dera "iya"kata Fikri "bruukkk..." Namun Dera kembali terjatuh lagi, kali ini anehnya kepalanya tepat berada di area benda pusaka Fikri yang langsung menegnag ketika wajah Dera ada di sana. Fikri pun menelan ludahnya saat itu juga mengingat semalam benda pusakanya di berikan enak oleh Nira lewat tangan dan bibirnya. Namun kali ini, Dera tidak langsung bangkit, dia merasakan bahwa benda pusakan Fikri yang justru bangkit di sana. "elu gak apa-apa Der?"kata Fikri Dera pun hanya diam saja. Wajahnya masih berada di area benda pusaka Fikri, diam di sana. "Der...Der..."kata Fikri "hmm iya gak apa-apa kok, nafsu elu besar juga ya Fik"kata Dera mulai bangkit "eh apa maksudnya Der"kata Fikri "itu, benda elu udah tegang aja, elu mikirin apa ke gw?"kata Dera "eh gak mikirin apa-apa sih Der"kata Fikri "bohong, kalau gak mikirin apa-apa, gak mungkin tegang gini"kata Dera mulai memegang benda pusaka Fikri yang masih berada di dalam celananya. Fikri tentu saja menelan ludahnya mengingat benda pusaka nya langsung di pegang oleh cewek tercantik itu. "elu pasti daritadi mikir macam-macam ya Fik"kata Dera. "eh enggak, beneran deh Der, gw gak mikir macam-macam"kata Fikri "ah cowok mana ada yang ngaku pengen padahal aslinya pengen"kata Dera "hah?"kata Fikri kaget Fikri jelas kaget, karena biasanya yang seperti itu justru cewek. Cowok biasanya malah langsung mknta, gak pakai malu. "elu udah kepengen lagi Fik?"kata Dera "lagi?apa maksudnya Der"kata Fikri Fikri langsung berpikiran macam-macam tentang kata "lagi" itu. "eh jangan-jangan, Dera tahu tentang gw sama Nira ya"kata Fikri dalam hati. "ah elu pura-pura aja Fik, gw tahu kok"kata Dera sedikit menjauh "apa maksudmu Der?tahu tentang apa?"kata Fikri "ya itu lah"kata Dera "apa Der, yang jelas"kata Fikri "iya, yang lu lakuin tiap malam sama Nira, gw tahu kok"kata Dera "hah?yang mana Der"kata Fikri "ah elu ,gak usah munafik deh, elu sama Nira"kata Dera Fikri pun bingung meskipun sudah menduga bahwa bisa jadi Dera melihat dia bersama Nira di dapur lewat lubang yang biasa dia dan Nira lihat ketika Leli dan Gara di dapur "elu pasti gak puas dengan Nira kan Fik"kata Dera "hah?elu kesambet apa Der? ngomong gak jelas"kata Fikri berusaha waras "enggak, gw biasa aja gak kesambet apa-apa"kata Dera "terus?"kata Fikri "terus apa? kamu mau apa emangnya?"kata Dera Fikri tentu saja semakin bingung dengan Dera. Dera yang menjauh kemudian meracau tidak jelas begini ketika mereka berduaan di perpustakaan dimana kemungkinan besar mereka berpikiran hal yang sama mengingat hanya ada merska berdua di ruangan itu. "tangannya Nira enak ya Fik"kata Dera "hah?"kata Fikri "iya, bisa bikin elu keluar gitu"kata Dera "apa sih Der"kata Fikri "elu mau sama tangan gw sekalian gak?atau mau yang lainnya Fik yang gak bisa di berikan oleh Nira"kata Dera "bentar Der, elu ini kenapa sih"kata Fikri bangkit dan memegnag dahi Dera "gak kenpaa-kenapa Fik, kepala gw gak sakit kok, tapi di sini sakitnya"kata Dera Dera memegang tangan Fikri dan kemudian dia alihkan ke dadanya dimana dia taruh tepat di benda kenyalnya yang montok itu, lebih menonjol di bandingkan punya Leli ataupun Nira. Fikri jelas menelan ludahnya ketika tangannya berada tepat di benda kenyal Dera, cewek hampir sempurna itu. "gw bisa kasih lebih ke elu Fik"kata Dera
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN