"eeeh udah udah...ayo kita minum kelapanya dah malah bahas yang lainnya"kata Pita
"habisnya Murni yang mulai tuh"kata Jefry
"eh apaan"kata Murni
"udah udah, nih lagi dimana juga, banyak orang lewat"kata Pita
Merekapun akhirnya meminum kelapa muda yang di petik oleh Gara itu bersama-sama. Hingga kemudian merekapun kembali ke rumah penginapan mereka dan para cewek pun mandi, sedangkan yang cowok berkeliling desa, termasuk Fikri yang sudah kembali juga. Merekapun ikut main bola dengan warga sekitar sehingga mereka bisa lebih akrab dengan warga.
Setelah berkeringat ria, para cowok pun pulnag lalu mandi bergantian. Aplaagi di tambah para cewek yang sudah wangi semuanya pun sedang memasak masakan untuk makan malam mereka dengan Dera tetap di luar dan di temani oleh Leli.
"kenapa sih sayang, kok cemberut aja, ada masalah dengan cowok elu"kata Leli
"hmmm enggak sih"kata Dera
"terus gak teleponan sama dia"kata Leli
"enggak, gak tahu kok udah beberapa hari gak telepon "kata Dera
"yah sibuk mungkin, terus elu mikirin apa?Fikri pasti ya"kata Leli
"apaan sih kok malah Fikri"kata Dera
"owh iya pasti, kenapa, elu cemburu sama Nira ya yang dekat dengan Fikri"kata Leli
"ah enggak, ngapain jug gw cemburu, gw kn ada cowok"kata Dera
"yah bisa jadi juga kan, gw aja cemburu kalau Gara deket cewek lain"kata Leli
"yeee kalian kan aduh..."kata Dera
"kenapa?kn hanya senang-senang, tapi yah gitu, hati gw merasa gitu deh sama dia"kata Leli
"iya ya, eh elu kok tiap malam selalu gak ada di kamar, kemnaa"kata Dera
"eh ada kok"kata Leli
"udah gak usah pura-pura deh, elu berduaan, berpacaran dengan Gara kan"kata Dera
"eh"kata Leli
"udah gak usah di tutupi, kalian berdua selalu berpacaran di dapur kan, sudah sampai sejauh mana"kata Dera
"aduh ketahuan deh, gw kira udah tidur elu"kata Leli
"yah gitu deh, udah sejauh mana?udah sampai itu ya"kata Dera
"ssst...jangan keras-keras"kata Leli
"iya ya santai Lel, kayam gw siapa aja"kata Dera
"iya deh, elu kan sahabat gw yang terbaik tercantik diantara cewek seluruh dunia"kata Leli
"lebai elu, terus sampai mana"kata Dera
"yah begitulah, tahu sendiri kan berduaan ngapain, enak banget punya dia Der hihi, mainnya juga enak, eh jangan deh, elu nanti pengen"kata Leli
"yah pengen ya pengen sih, tapi"kata Dera
"Fikri tuh"kata Leli
"eh mana"kata Dera bingung
"bukan, maksudnya elu sama Fikri aja daripada di tahan, tenang, gw gak akan cerita"kata Leli
"iya gw tahu, tapi gw gak bisa, gw gak bisa selingkuh Lel"kata Dera
"ah elu, hanya pas KKN aja lah, sama kayak gw"kata Leli
"tapi gw takut dia baper, terus ngejar-ngejar gw deh setelah ini"kata Dera
"yah kasih rambu-rambu lah, tapi toh setelah ini lulus kuliah juga kita, mana bisa"kata Leli
"iya sih"kata Dera sambil menggigit bibir bawahnya
"nah kan, udah deketin lagi aja"kata Leli
"tapi, dia kan udah sama Nira"kata Dera
"ah, Nira, ya gak apa-apa, kalian bersatu puasin Fikri aja hehe"kata Leli
"enak aja, gw gak mau berbagi ya masalah gituan"kata Dera
"iya iya gw paham kok"kata Leli
Sesaat kemudian, Fikri dan Gara pun keluar. Mereka berdua memanggil Leli dan Dera untuk masuk ke dalam agar bisa makan malam.
"eh sayang, ayo makan malm, malah asyik di sini"kata Gara
"iya sayang, udah matang ya, yuk Der"kata Leli
Mereka pun akhirnya makan malam bersama. Seperti tadi pagi, formasinya pun tetap sama, para cowok, Leli dan Dera makan di depan, sisanya di dapur.
Selesai makan, para cowok pun mencuci piring dan perlengkapan makan. Sedangkan para cewek pun bertelepkn ria dengan keluarga atau pacar, terutama Leli dan Nira yang menelepon pacar asli mereka masing-masing. Sedangkan Dera masuk ke kamarnya dan memainkan ponsel sendiri.
Fikri yang melihat Nira tersenyum lebar dan ketawa-ketawa ketika bertelepon dengan pacarnya pun cemburu namun tidak bisa berbuat banyak dan akhirnya dia pun join dengan Halim dan Jefry yang sedang main kartu bersama Murni di ruang tamu.
Waktu pun muli malam para penghuni rumah itu pun sudah mengantuk dan mereka pun masuk ke kamar masing-masing untuk kemudian tidur.
Dan seperti biasa, Leli dan Gara pun kemudian di dapur setelah memastikan yang lainnya sudah terlelap.
"sayanggg..." kata Leli merangkul Gara
"iya sayang, kangen banget nih"kata Gara
"iya nih, kangen banget aku juga sayang"kata Leli sambil memegang senjata Gara dari luar celananya.
"aku akan bikin kamu puas malam ini sayang"kata Gara
"tentu saja sayang, puasin aku aaaaah..."jata Leli yang lehernya langsung di cium oleh Gara
"wangi banget kamu sayang, aku suka"kata Gara
"tentu saja sayang "kata Leli yang memasukkan tangannya ke dalam celana Gara dan memainkan benda pusakan Gara.
Merekapun lalu berciuman.
"mmmmppphhh.... mmmmppphhh...."
"sayang"kata Gara
"iyaaah...sayanggg...ough...enak sayang..."kata Leli ketika lehernya di cium Gara.
"kamu di atas ya nanti"kata Gara
"eh kamu mau kau di atas?serius?"kata Leli
"iya sayang, aku pengen rasain goyangan maut kamu"kata Gara
"baik sayang, kamu duduk sayang"kata Leli
Gara pun duduk di kursi dapur menuruti Leli. Sedangkan Leli meliukkan tubuhny amewlpaskan celananya dimana dia tidak memakai dalaman satupun, hanya kaos ketat dan celana pendek saja.
"eh langsung sayang?"kata Gara
"iya sayang, aku udah kebelet, tidm sabar, kamu suka kan"kata Leli
"iya sayang"kata Gara
Gara pun bersemangat dan langsung menurunkna celananya sehingg benda pusakanya terlihat tegan sempurna.
Leli pun naik ke atas Gara dan memegang benda pusaka Gara untuk kemudian dia masukkan ke sarangnya, ke dalam lubang milik Leli yang sudah basah itu.
"aaaaah...masuk sayang, masuk semuanya..."kata Leli
"iya sayang, enak banget"kata Gara.
"iyah sayang enak banget, aku goyang ya sayang"kata Leli
"iya sayang, kasih goyangan terbaik kamu"kata Gara
"tentu saja, buat kamu apa yang enggak, ini aja aku kasih"kata Leli membuka kaosnya
Gara pun langsung menghisap benda kenyal Leli itu di saat Leli langsung bergoyang.
"aaah...aaah...aaah .terus sayanggg...iseeep...terussss...aaah...enakkk"
Di saat bersamaan, di luar dapur, dua orang sedang mengintip ria. Mereka tidak lain adalah Fikri dan Nira dimana Fikti sedang memangku Nira.
"mereka ngapain sayang"kata Fikri
"mereka udah anu sayang"kata Nira
"eh kok cepet"kata Fikri
"udah gk sabar mungkin hihi, kayak kamu ini, punya kamu ganjel"kata Nira sambil memegang benda pusaka Fikri yang mengganjal di bokongnya.
"iya sayang, aku udah gak sabar"kata Fikri sambil meramas benda kenyal Nira di balik kaosnya dengan tanpa beha itu
"eh sabar dulu, giliran kita kan nanti, ntar ada yang lihat gimana"kata Nira
"eh iya ya sayang"kata Fikri
Tanpa mereka sadari, Dera pun melihat mereka berdua dari kejauhan. Rasa kepengen dan rasa cemburu melanda dirinya, namun dia tidak bisa melangkah lebih jauh.
"aaah...aaah...aaah ..sayanggg...bentar lagi aku mau keluar sayanggg"kata Leli setelah beberapa menit bergoyang
"iya sayang aku juga mau keluar nih"kata Gara
"Di luar ya sayang..."kata Leli
"terserah kamu sayang"kata Gara...
"aaaah...aaaah...aaah...aku keluar sayangggg...." kata Leli
Leli pun lalu mengeluarkan benda pusaka Gara dari lubangnya. Dia lemas dan memeluk Gara yang di saat itu juga sedang keluar dan air kentalnya pun muncrat di perut Leli dan Gara karena saling menempel.
Gara pun memeluk dan mencium bibir Leli sambil tersenyum puas.
"puas sayangg?"kata Leli
"iya sayang, kamu selalu memuaskan, enka banget"kata Gara
"hmmm..selalu sayang"kata Leli
Tidak berapa lama kemudian, mereka pun masuk kamar mandi dan membersihkan sisa cairan mereka berdua.
"eh udah selesai sayang, yuk balik"kata Nira kepada Fikri
"eh iya sayang"kata Fikri
Fikri dan Nira pun berpisah, namun hanya sekitar sepuluh menit mereka kembali bertemu di dapur dimana Gara sudah terlelap.
"berikan aku kepuasan sayang"kata Fikri
"tentu saja sayang"kata Nira sambil memainkan benda pusaka Fikri yang sebenarnya lebih panjang dan besar daripada punya Gara meskipun hnaya selisih sedikit saja
Di sisi lain, di kamar depan, Leli pun memeluk Dera yang belum tidur.
"kamu kenapa sayang kok belum tidur"kata Leli
"enak ya Lel"kata Dera
"apanya "kata Leli
"itu kalian berdua, habis enak kan"kata Dera
"hehe iya maaf ya, kamu pengen "kata Leli
"iya sih, tapi gw kasih tahu fakta sedikit ya"kata Dera
"eh apa"kata Leli
"ayo ikut bentar"kata Dera
Dera menggandengn tangan Leli dan membawanya ke pintu pemisah dapur dengan ruang utama.
"eh kenapa kok dapur di tutup, perasaan tadi gw buka deh, apa ada orang di dalam?"kata Leli
"sssst...lihat tuh dari lubang ini Lel"kata Dera
"eh apa maksudnya"kata Leli
"udah gak usah banyak pertanyaan deh"kata Dera.
Leli pun menuruti Dera dan diapun melihat dapur dari lubang. Leli langsung kaget karena dia bisa melihat jelas Nira sedang menghisap dan mengocok benda pusaka Fikri.
"eh mereka berdua?"kata Leli
"iya, mereka tadi juga gini, lihat kalian main juga"kata Dera
"eh mereka lihat? dengan jelas gini?"kata Leli
"iya"