“Nih.” Delo mendongak, mengerjap tak mengerti. Dilihatnya sebuah paperbag warna cokelat di tangan Hera lalu mengernyit samar. “Apa?” tanya Delo bingung. Hera beranjak duduk di sebelah Delo lalu menaruh paperbag tersebut di samping cowok itu. “Sebenernya tiga hari yang lalu, gue nemu ini di pager rumah lo. Gue ambil terus gue simpen di rumah gue, takutnya itu barang penting. Terus gue baru inget ngasihnya sekarang. Sori, ya.” Tanpa mau repot-repot mengintip apa yang ada di dalam paperbag di sampingnya, Delo malah semakin menatap Hera tak paham. “Dari siapa?” “Enggak tau.” Nadhif tiba-tiba saja datang menyahut. Cowok itu lantas ikut duduk di sebelah Hera dan mengangkat bahu. “Tiba-tiba ada di sana,” katanya santai setelah tadi sempat bertukar lirikan dengan Hera. Delo mengangguk keci

