c h a p t e r 3 7

1664 Kata

“Perasaan tadi gue cuma bawa tiga, kenapa sekarang kasetnya malah jadi empat?” gumam Dila bingung, menatap heran barisan kaset di dalam lemarinya. Agak lama Dila terdiam, mencoba mengingat-ingat berapa kaset yang sebenarnya ia bawa. Namun karena otaknya kepalang overload akibat tadi belajar fisika, Dila pun memutuskan untuk tidak ambil pusing lalu cepat-cepat beranjak tidur. “Bodo, deh. Mungkin gue emang bawa empat, bukan tiga.” Ÿ Ÿ Ÿ*** Ina berjalan menapaki lantai koridor utama sambil sedikit melamun. Sudah hampir satu minggu sejak kejadian di kompleks perumahan Delo. Dan selama itu pula, Ina belum mendapat respons apa pun dari Delo. Wajar, cowok itu memang sampai sekarang masih juga belum masuk sekolah. Tidak tahu kenapa. Tanpa keterangan. Tapi tetap aja, meski begitu, tak sediki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN