Bab 29: Malam upacara pembukaan

1146 Kata
Selamat datang dan menjadi bagian dari keluarga yang baru, mari torehkan kenangan yang kelam dan yang berwarna bersama. *** Sebelum malam upacara pembukaan penerimaan siswa baru dimulai malam itu, semua siswa dipersilakan untuk pulang dahulu dan berkumpul pukul lima sore kembali ke sekolah untuk membawa perlengkapan dan bekal. Malam acara penerimaan siswa baru memang selalu diadakan setiap tahun yang bertujuan memperkenalkan satu murid dengan murid lainnya, baik yang senior maupun yang junior, dan juga bertujuan untuk mempererat silaturrahmi diantara mereka semua. Biasanya setelah malam pembukaan penerimaan siswa baru populasi jomlo akan berkurang. Delapan s*****n kembali ke rumah dengan sepeda mereka, sesampainya di rumah mereka sholat berjamaah kemudian mempersiapkan semuanya. Walaupun sudah disiapkan dari awal tapi mereka harus memastikan kembali agar tidak ada barang yang tertinggal, untuk membawa barang itu gerobak kecil yang pernah mereka bawa piknik lagi mereka bawa lagi kali ini. "Kalian yakin mau pergi? Kan acaranya juga gak wajib?" tanya Aisyah saat mereka akan berpamitan, semua berpandangan secara bergantian heran kenapa tiba-tiba Aisyah bertanya demikian padahal hal ini sudah dibicarakan mereka dengan Aisyah dan juga Yusuf jauh-jauh hari sebelumnya. Mereka juga setuju, "Kenapa Bunda nanya gitu kan kita udah bicarain ini dari jauh-jauh hari, Bun? Ayah juga udah setuju Bun," tanya Amira heran. "iya, memang tapi entah kenapa perasaan Bunda gak enak," jawab Aisyah dengan nada cemas. "Mungkin karena ini pertama kalinya kita semua akan menginap di sekolah dan Bunda sendirian di rumah, kan biasanya rumah ramai jadi sepi karena kami semua di sana, Bun," tutur Amira. Benar juga ini pertama kalinya Aisyah sendirian di rumah ya walau tidak hanya dirinya saja tapi juga dengan Yusuf tapi tanpa anak-anak, apalagi mereka baru kehilangan. "Tenang aja Bunda kita akan menjga satu sama lain kok, dan akan sering ngabarin, Bunda." Kali ini Raka mencoba meyakinkan, semua menggangguk dengan mantap, kemudian secara serempak mereka memeluk Aisyah. Berharap itu akan sedikit mengobati kegelisahan Aisyah. "Yaudah kalau gitu kalian hati-hati," ujar Aisyah tidak bisa menahan mereka lebih lama lagi, lagipula juga dia dan Yusuf sudah setuju dengan hal ini. Setelah mengucapkan salam dan mencium tangan mereka pergi dengan sepeda, dan gerobak kecil mereka untuk mengangkut barang bawaan mereka. Dengan hati yang masih cemas dan gelisah Aisyah melihat kepergian mereka sampai ditelan ujung tikungan jalan. *** Saat mereka sudah sampai mereka segera memarkirkan sepeda dan membawa masing-masing tas mereka. Sudah banyak orang yang berkumpul seperti tidak sabar untuk acara penyambutan itu. "Eh, aku baru aware kenapa Kak Amira dan Kak Rai ikutan, kan mereka bukan bagian OSIS?" tanya Fina baru meyadarinua, yang lain juga demikian karena mereka sibuk menyiapkan peralatan dan perlengkapan lain sampai lupa dan menaggap Amira dan Rai akan bersama mereka malam ini. "Lha, emang kita bagian dari acara ini soalnya tenaga kita dubutuhin di sini," jelas Amira. Mereka masih terlihat tidak paham, "jadi, tadi temen sekelas gue si Ratna itu minta tolong kita berdua untuk bantu buat persiapan acara penyambutan sampai selesai karena OSIS kekurangan tenaga. Nah, karena kita khawatir sama kalian dan gak ada salahnya juga buat pengalaman akhirnya kita setuju," tambah Amira lagi menjelaskan lebih rinci. Semua mengangguk sambil ber-oh ria. Mereka kemudian menuju ke auditorium, tapi setelahnya berpencar. Fina, Revan, dan Raka ke kelompok mereka yaitu kelompok angsa yang merupakan kelompok, sedangkan Yerina, dan Rangga ke kelompok mereka yaitu kelompok naga. Rai, dan Amira menuju ke belakang panggung untuk membantu yang lainnya. Pertama semua lampu dimatikan membuat semuanya kaget, kemudian lampu panggung dinyalakan, dan Sela yang menjadi pembawa acara malam ini menuju panggung. "Selamat, malam semuanya dan selamat bergabung menjadi keluarga besar di SMA Langgar Jaya, eits tapi setelah acara malam pembukaan ini ya." Sela memberikan kata pembuka. "Wah, ternyata punya kemampuan juga tuh si centil," kata Amira menunjuk Sela yang berada di panggung. Ratna hanya terkekeh karena memang dengan tingkah Sela yang centil tidak ada yang menyangka dia bisa menjadi pembawa acara dan berubah seratus delapan puluh derajat jika di atas panggung, bahkan Rai pun tidak menyadari hal itu. "Perkenalan saya Sela, iya Sela aja. Empat hurf gak lebih gak kurang, ejaannya S-E-L-A anak IPS-2. Boleh kalau mau mampir nanti ke kelas saya tapi jangan lupa bawa bunga atau cokelat, ya." Sela berkata sambil memperlihatkan gaya centilnya membuat para adik kelas bersorak, ada yang menyorakin mengejek ada juga yang menyoraki gembira. "Iya, saya tau saya cantik. Nah, karena saya tau saya cantik dan kalian gak sabar langsung saja kita mulai acara malam ini!" seru Sela dengan semangat, semua hanya terdiam. "lha, tadi nyorakin ini langsung diem. Kalau diem gak jadi mulai deh acaranya, mana suaranya dulu!?" tanya Sela mengarahkan mikrofonnya ke arah para adik kelasnya di bawah panggung. Semua bersorak. "Baiklah, tanpa berlama-lama mari kita masuki acara yang pertama yaitu sambutan Bapak Kepala Sekolah kita yaitu Pak Zaka Jaya. Kepada Bapak waktu dan tempat kami persilakan." Sela kemudian turun panggung dan tidak lama Pak Zaka naik ke atas panggung, suasana berubah seketika karena tidak ada wajah ramah yang ditunjukkan oleh Pak Zaka. "Selamat malam, saya tidak akan berlama-lama saya hanya akan bilang silakan nikamati acara ini, jaga keselamatan kalian, tetap selalu kompak. Karena acara ini dibuat agar kalian semakin kompak dan mengenal satu sama lain serta membuat kalian semua bersilaturrahmi dengan kelas lainnya bahkan Kakak-kakak kelas kalian, sekian dan selamat malam." Pak Zaka kemudian turun dari panggung dan langsung keluar dari ruang auditorium kemudian kembali ke rumahnya, sudah menjadi rahasia umum bahwa Pak Zaka akan pulang setelah memberikan kata sambutan pada malam acara pembukaan. "Kepala sekolahnya scary yak nyeremin," bisik Fina entah pada siapa. Dan acara selanjutnya pun dimulai, ada tarian penyambutan khusus yang dibuat untuk menyambut para murid baru, dan hiburan berupa perfom dari para anak band yang juga di sana ada Amira. Setelahnya mereka akan melakukan jurit malam di mana mereka diberikan misi untuk menelusuri tempat yang telah ditentukan untuk menemukan sebuah benda rahasia dengan memecahkan teka-teki di setiap posnya. Malam semakin larut, tapi acara belum juga selesai kali ini adalah acara cerita bersama. "Nah, masuklah kita di acara yang saya juga suka ni ya yaitu acara curcol eak. Tapi di sini dilarang curcol tentang cinta ya, hanya boleh curcol tentang hal-hal yang serem aja. Uuuu." Setelah itu beberapa dari adik kelas yang mengajukan diri diminta naik ke panggung dan menceritakan kisah horor yang pernah mereka alami di hidup mereka. Di sana Raka ikut bercerita dan ditengah-tengah Raka bercerita ada bunyi barang jatuh dari langit-langit yang sangat keras. Ratna segera memerintahkan untuk panitia memeriksanya karena takut ada lampu atau hal lain yang jatuh, karena ini cerita horor semua lampu memang sengaja dimatikan dan hanya menyisahkan lampu panggung saja. Raka melanjutkan ceritanya, "Dan sering kali ni ya, waktu pas mau mandi ada yang bisikin gitu di telinga mana taliku-mana taliku gitu yang buat merinding." Kali ini suara seseorang berteriak terdengar membuat semuanya melihat ke arah sumber suara tapi tidak ada yang bisa melihat apapun karena gelap, panitia segera memeriksanya. Sela memberikan isyarat untuk Raka berhenti bercerita. Selanjutnya: Kejadian kelam di malam pembukaan
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN