Bab 21 Family is Family

1899 Kata

“Jadi, semalam gimana, Bro?” Pertanyaan Wiki itu diikuti dua kepala menyembul dari belakang, membuat Awan kaget dan refleks memukul dua batok kepala itu. Sore itu, mereka berencana pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Safa bersama-sama. Tadi Ramli menjemput Awan dengan mobilnya, lalu mereka mampir menjemput Nugie dan Wiki dari kantor dan kampus mereka. Wiki dan Nugie yang duduk di belakang seketika protes, tapi Awan tak mau disalahkan. “Ngagetin, tahu! Kirain tuyul, kan!” “Tuyul kan botak!” balas Nugie. “Nggak juga,” debat Ramli yang menyetir. “Kalau pakai wig.” Lalu, Ramli tertawa sendiri. Dahlah, malas. Mau ketawa malas, mau nanggapin lebih malas lagi. “Semalam jadinya gimana, Bro? Gue kira lo udah mati,” kata Nugie. “Nggak usah mancing-mancing. Dari kemarin-kemarin udah ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN