Hari-hari menjelang pernikahannya dengan Adel berjalan dengan cepat. Tanpa terasa, hari pernikahannya datang juga. Awan merasa kepalanya seolah kosong. Putih, seperti ball room tempat pesta pernikahannya dengan Adel ini. Serba putih. Jangan ditanya bagaimana perasaan Awan. Deg-degan, tegang, bingung, panik, grogi, dan semua rasa ada. Lengkap macam gado-gado. Ketika MC mengumumkan mempelai wanita akan memasuki ruangan, Awan menarik napas dalam dan menatap ke arah pintu. Begitu pintu itu terbuka, masuklah Adel dengan tangan mengait lengan papanya. Rambutnya disanggul rapi, ditutup tiara dan veil putih. Bibir tipisnya tampak begitu merah, seolah menantang Awan untuk menciumnya. Kecantikannya tampak begitu istimewa hari itu. Hidung mancungnya, tulang pipinya yang tinggi, hingga bulu mata l

