The 14th Night

858 Kata
Malam hari-nya, aku pulang bersama dengan Seok-Hoon. Kami diizinkan oleh panitia untuk pulang bersama, walau kemungkinan peserta lain mencurigai kebersamaan kami, atau kencan kami hari ini. Saat kami memasukki rumah, tidak ada seorang-pun yang duduk di ruang tamu atau meja makan sehingga tidak ada yang benar-benar mengetahui kepulangan kami bersama. Seok-Hoon memilih untuk berdiam di teras sedangkan aku melangkahkan kaki-ku ke atas. Saat aku sampai diujung tangga itu, aku melihat Yohan sedang duduk sambil memainkan handphonenya, entah sudah berapa kali aku melihat perilakunya yang seperti itu. "Kau baru pulang? Kau pulang malam lagi ?" tanyanya sambil matanya tetap terfoku pada handphonenya. Aku melirik pada jam tangan yang berada di pergelangan tangan kiriku. "Tidak terlalu malam, saat ini baru pk 09.00, bukankah masih terlalu pagi untuk orang sepertiku ?" jawabku santai. "Apa yang sedang kau lakukan ?" tanyaku sambil duduk di sampingnya, di sofa lantai 2. "Mendengarkan lagu... " jawabnya, ternyata sedari tadi ia menggunakan earphone, untuk saja ia masih mendengarkan suaraku sehingga aku tidak perlu berteriak. "Lagu apa yang sedang kau dengarkan ?" tanyaku sambil melirik ke ponselnya, dan ia memiringkan ponselnya sehingga aku bisa melihat lagu yang sedang ia dengarkan. "Rewrite the star... " nyataku sambil membaca judul lagu yang ada di handphone Yohan. "Kau menyukainya ?" tanya Yohan diikuti anggukanku. "Kau mau mendengarkannya juga, " tanya Yohan sambil memberikan sebelah earphone wireless-nya yang sedari tadi ada di tangannya sehingga sejak tadi ia mampu mendengarkanku dengan baik. Aku mengambil sebelah earphone wireless itu dari telapak tangannya. "Kau menonton filmnya... " tanyaku balik pada Yohan.. "Ya, film nya menarik menunjukkan perjalanan dan perjuangan hidup seseorang... " komentarku. "Bagiku yang paling menarik adalah bagaimana karakter utama dalam film ini mampu memanfaatkan peluang yang ada dan mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan." respon Yohan "Ia juga tetap berpegang pada nilai-nilai yang diyakininya, meskipun harus menghadapi banyak tantangan. Bukankah perjalanan hidup seseorang benar-benar tidak terduga, aku rasa memang penting untuk hidup kita memberikan dampak pada orang lain.. " responku lagi. "Aku rasa lagu ini juga memiliki makna yang sangat dalam yang menunjukkan perjuangan kita dalam hidup ini. Banyak hal yang kita kejar di dunia ini tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus kita lalui untuk mengapai mimpi kita. Tapi balik lagi bahwa semuanya baik itu usaha kita maupun mimpi kita, itu semua berada di tangan kita sendiri. "Kau merasa perlu bekerja keras setelah mendengarkan lagu ini ?" tanyaku padanya "Aku rasa begitu... " nyata Yohan "Bekerja keras lebih dalam untuk memilih salah satu wanita di sini ?" tanyaku lagi "Bisa jadi... bukankah kau juga perlu melakukan itu ?" tanyanya balik, seolah-olah tidak mau kalah dan memastikan bahwa aku-pun perlu bekerja keras di acara ini. "yaa, aku rasa begitu... Questions: Apakah aku menemukan sesuatu yang menarik dari pandangan Yohan ini? Tepat pk 11.00 tiba-tiba pintu rumah kami berbunyi seakan-akan ada sepucuk surat yang masuk. Sera dengan semangat berlari menuju pintu masuk dan mengambil sepucuk amplop itu. 'Masing-masing peserta harap mengambil satu lembar kuesioner yang telah disediakan dalam amplop ini dan mengisinya secara individu, jujur dan rahasia. Waktu pengerjaan adalah 15 menit, lalu silakan masukkan kembali ke dalam amplop dan disimpan di kotak surat depan rumah.' Sera membagikan lembaran kuesioner itu kepada kami. Aku masih penasaran apa sebenarnya pertanyaan yang ada di kuesioner itu, sampai kami perlu mengisinya di tengah malam seperti ini. Aku memilih untuk mengerjakan pertanyaan kuesioner itu di kamarku, tepatnya di meja rias, sedangkan Hana memilih berada di atas kasurnya. Aku mulai membaca pertanyaan itu. 'Berapa pertemuan per minggu yang ideal menurutmu' Bagiku 3-5 hari seminggu, sedangkan pertanyaan berikutnya adalah tentang preferensi. Mengenai pasangan, Aku lebih menyukai seseorang yang menyukaiku daripada seseorang yang aku sukai. Aku lebih menyukai seseorang yang bisa membuatku aman dibandingkan tertawa Aku lebih menyukai seseorang yang bisa menjadi teman baik dibandingkan kekasih yang romantis Lebih suka pasangan yang bisa mengendalikan emosi daripada yang lebih emosional lebih suka pasangan yang jujur sampai menyakitkan daripada yang lebih berbohong putih Mengenai hubungan, Aku lebih menyukai kontak 5 jam sekali daripadaa 5 menit sekali, bukankah begitu memusingkan harus mengontak seseorang per menit. Lebih suka kencan di tempat yang tenang daripada ramai, sesungguhnya ini preferensiku, tapi taman hiburan pengecualian. Lebih suka dipimpin dalam hubungan daripada memimpin, really? kayaknya aku prefer tengah" kalau bisa. Lebih suka hubungan yang stabil dan predictable daripada penuh kejutan Lebih suka tindakan nyata daripada kata-kata romantis; Lebih mementingkan kesetiaan daripada kebebasan Aktivitas kencan favorit, melakukan kegiatan yang sudah familiar daripada mencoba hal baru. Manakah diantara hal berikut ini yang lebih menggambarkan dirimu: Seseorang yang mandiri vs seseorang yang bergantung Seseorang yang optimis vs seseorang yang pesimis: Seseorang yang spontan vs seseorang yang teratur: Seseorang yang ambisius vs seseorang yang santai: Seseorang yang humoris vs seseorang yang serius: Seseorang yang sensitif vs seseorang yang cuek: Seseorang yang tradisional vs seseorang yang modern: Seseorang yang introvert vs seseorang yang ekstrovert: Seseorang yang percaya pada takdir vs seseorang yang percaya pada usaha: Seseorang yang suka petualangan vs seseorang yang suka kenyamanan: Tipe MBTI : ISFJ Love Language : Act of Service Setelah aku selesai mengisi semua pertanyaan itu aku melipatnya dan memberikannya pada Sera. Sejujurnya kami semua bertanya-tanya untuk apa surat kuesioner itu perlu kami isi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN