Adakah rahasia yang dapat bertahan selamanya? Tentu tidak.
8 Agustus 2014 Hardi Wijaya memanggil Kevin ke ruang bacanya.
Hardi : "Aku tahu mengenai hubunganmu dan Darren. Jauh sebelum kamu mendekatinya, aku sudah punya firasat. Hentikan, sebelum terlalu jauh."
Kevin tertegun, dia tidak tahu harus berkata apa. Keluar dari rumah, Kevin bukan ke kantor tapi mengelilingi kota tanpa arah tujuan.
Bukan hanya mobilnya yang tanpa arah, dia merasa hidupnya juga sudah kehilangan arah.
Dia sangat mengenal sifat Hardi Wijaya, kejam dan mengerikan! Ucapan barusan terdengar tenang tanpa emosi, tetapi Kevin tahu dia tak akan bisa membantah lagi.
Hubungan terlarangnya dan Darren hampir dua tahun lamanya. Selama itu juga Hardi mengetahui segalanya.
Darren pulang kuliah melihat Kevin tidak berada di rumah, kebingungan mencarinya.
Hardi tahu kenapa Kevin tidak kunjung pulang, setelah makan malam giliran Darren yang diajak berbincang oleh Hardi.
Hardi : "Jangan cari Kevin dulu. Dia butuh waktu untuk sendiri. Pagi tadi Papa sudah bicara sama dia. Hubungan kalian, cukup sampai di sini."
Mata Darren membulat setelah mendengar ucapan Papanya. "Sejak kapan Papa tahu?" cuma itu yang sanggup ditanyakan oleh Darren.
Hardi : "Selama kalian mulai bersama. Awalnya Papa pikir itu cuma coba-coba anak remaja. Tapi Darren, kamu sudah berusia 19 tahun sekarang. Sudah saatnya mempersiapkan diri sebagai pewaris. Kelak kamu tetap harus menikah dan punya anak. Lebih cepat kalian putus, lebih baik."
Darren tersenyum sinis sambil berkata "Kami pacaran aja enggak, putus darimana? Papa menilai hubungan kami terlalu serius! Teman tidur! Aman untuk menyalurkan nafsu!"
Mendengar jawaban Darren, membuat Hardi yakin akan satu hal. Kevin masih menjaga jaraknya. Kini dia mulai ragu dengan tindakannya, apa dia terlalu gegabah menyuruh mereka putus sekarang?
...
Sementara itu, Kevin memanggil beberapa temannya untuk mabuk-mabukkan di club. Sejak bersama Darren selama setahun ini, dia jarang sekali clubbing. Bocah itu selalu membutuhkannya, tapi sekarang dia akan pergi... Hardi pasti akan melakukan segala hal untuk memisahkan mereka. "Jangan pergi..." hanya itu pikirannya sepanjang malam.
Sampai pukul 3.55 dia merasa agak sumpek berada di dalam ruangan club itu.
Lalu dia berjalan ke balkon untuk mencari udara segar.
Hari ini sudah tanggal 8 Agustus, apa yang akan aku lakukan setelah hari ini? Pikir Kevin.
Di balkon yang kosong, hanya ada Kevin seorang diri. Pengaruh alkohol membuatnya terus merintih "Jangan pergi... Jangan pergi... Kalau kamu pergi aku... aku... tidak sanggup untuk hidup lagi..."
Mabuk dan berhalusinasi, serta pemikiran yang masih impulsif membuat Kevin merasa seluruh dunia ingin memisahkan mereka.
"Kalian mau memisahkan kami?! Boleh... Maka aku akan buat dia tidak akan melupakanku... seumur hidupnya!" Teriak Kevin dibarengi suara "BRAAAK" yang sangat keras!
8 Agustus, pukul 4 Pagi. Kevin lompat dari ketinggian 8 Meter.
.....
Di rumah Keluarga CandraWijaya, diisi tangisan pilu Melin. Adik yang paling disayangi terluka parah, membuatnya sangat ketakutan. Sementara Hardi terus berhubungan dengan Putra asisstennya yang sudah duluan ke rumah sakit.
Darren hanya terpaku di tempatnya, dia memberitahu dirinya sendiri untuk bangun. Semua ini pasti cuma mimpi!
Kemarin mereka masih b******u mesra dalam kamar, hari ini dia.....
Hardi : "Papa tau kamu shock. Tapi kalau kamu mau ikut ke rumah sakit, pergi ganti bajumu!"
Darren merasa seperti kehilangan separuh nyawanya, dia bersiap-siap tanpa kesadaran. Dia sendiri tidak tahu bagaimana caranya dia bisa sampai di rumah sakit.
Darren tidak berani masuk ke dalam, saat kedua orang tuanya buru-buru menuju ruang operasi, mereka tidak memperhatikan Darren yang berjalan menuju pojok taman rumah sakit yang sepi.
Saat dia duduk di sana, saat itu air matanya pecah. Saat itu dia baru sadar kematian bisa datang kapan saja.
Tetapi dia tidak mengerti, apa yang membuat Kevin melakukan bunuh diri?! Apa karena Papa menyuruh mereka untuk berpisah?! Tapi kenapa?!! Bukankah mereka cuma "teman tidur"?!
....
Di depan ruang operasi telah berkumpul Keluarga Hardi dan Keluarga Siska Candra. Siska Candra adalah adik kedua Melin. Dia memiliki seorang anak bernama Tom Winarto. Siska dan Melin menangis pilu di luar ruang operasi. Tom duduk di samping Putra asissten Hardi dan Aska sahabat Kevin.
Karena keluarga CandraWijaya sangat terkenal, Hardi memerintahkan Putra untuk menekan semua rumors yang akan beredar.
Selain suara tangisan pilu Siska dan Melin, tidak ada orang yang bicara lagi.
Sampai pukul 1 siang dokter baru keluar dari ruang operasi.
Dokter segera menjelaskan : "Saya adalah dokter bedah ortopedi. Kondisi Tuan Kevin sangat parah. Ketika dia dibawa ke rumah sakit, jantungnya sempat berhenti berdetak, untung spesialis bedah jantung kami bertindak cepat untuk mengoperasi jantungnya. Dokter bedah jantung berpikir jika belum saatnya meninggal, maka operasi itu pasti berhasil. Masalah pertama bisa dibilang beres, tetapi masalah selanjutnya adalah organ dalam pasien yang sudah berantakan karena jatuh dari ketinggian. Organ dalamnya banyak yang mengalami dislokasi dan pembengkakan. Jadi fokus dokter bedah organ dalam adalah memperbaiki itu semua. Dari saya sendiri..... "
Dokter bedah ortopedi itu terdiam untuk sejenak, lalu berusaha mengatur suaranya agar terdengar tenang : "Tulang di lengan kanan , tulang pinggul remuk, lalu tulang paha atas kanan dan tulang paha bawah kanan juga remuk. Masih ada tulang di mata kaki kanan yang remuk. Totalnya dia harus menggunakan 108 pen untuk menyatukan seluruh tulangnya yang remuk. Operasinya sudah bisa di bilang berhasil. Tapi mengenai apa Tuan Kevin bisa berjalan lagi atau tidak....."
"Ahhhhhhhhh..... Kevinnnnn!" Tangis dan pekikan pilu dari Melin dan Siska memenuhi koridor di depan ruang operasi.
Bagaimana mungkin? Apa yang akan terjadi jika Kevin tidak dapat berjalan lagi? Kedua kakaknya terus menangisi hal yang sama.
Setelah dokter pamit, Hardi merasa sangat menyesal. Seharusnya, dia memikirkan rencana yang lebih matang. Atau seharusnya dia berdiskusi dengan istrinya dulu.
Darren pasti akan sangat sedih bila mengetahui kabar ini! Pikir Hardi.
Saat itu dia baru sadar jika Darren tak berada di sana. "Mana Darren?!" Tanyanya panik.
Aska yang mendengar nama Darren langsung tersadar dari lamunannya. "Mungkin dia berada di taman, biarkan saya yang mencarinya pak!"
Selesai bicara, Aska segera bergegas mencari Darren.
.....
Aska : "Ternyata kamu sembunyi di sini? Ini minum dulu. Tenang saja Kevin sudah selamat."
Mendengar ucapan Aska, wajah tegang Darren melunak. Lalu dia melihat Aska duduk di sampingnya sambil berkata "Apa kamu memahami Kevin yang sebenarnya?"
Darren menarik napas dalam sambil berkata "Entahlah, aku cuma tahu di mata orang lain dia tampak pemarah. Tapi sebenarnya dia hanya kesal pada dirinya sendiri, kenapa dia masih kurang baik? Kenapa dia masih kurang sempurna? Padahal manusia mana yang sempurna kan!"
"Wah! Kamu memahami dia!" Kata Aska. Lalu dia melanjutkan ucapannya : "Tadi saat duduk di depan ruang operasi, aku terus berpikir apa yang akan menjadi pesan terakhirnya jika aku berada di tempat kejadian. Aku sangat menyesal tidak menemaninya kemarin. Sahabat macam apa aku ini..."
"Kak Aska..... Jangan bilang begitu! Aku kemarin...." Mata Darren kembali memerah. Kemarin seandainya dia mencari Kevin. Tetapi dia tidak menyangka, sungguh...
Aska berusaha menenangkan diri dan melanjutkan ucapannya : "Darren, andai aku bersama dia. Aku terus berpikir pesan apa yang akan di tinggalkannya, apakah dia akan menyuruhku mengurus pemakamannya? Atau menenangkan keluarganya? Sampai aku dengar namamu di sebut. Aku tahu pesan apa yang harus aku sampaikan."
Lalu Aska menghela napas panjang dan berkata : "Kevin dia... sangat mencintaimu!"
Darren tidak percaya dengan telinganya sendiri "Apa kamu bilang?"
Aska : "Sejak dia kembali 5 tahun yang lalu, hidupnya selalu berputar di sekelilingmu. Dia sekolah mati-matian karena dia bilang kalau ide itu datang darimu dan dia tidak ingin mengecewakanmu. Lalu dia bekerja di kantor, alasannya dia ingin kelak bisa meringankan beban mu ketika mewarisi perusahaan. Bahkan saat dia memiliki pacar itu! Hahaha..." Aska tertawa kecil mengenang kekonyolan Kevin, lalu dia melanjutkan ceritanya "Saat itu, pacarnya minta dijemput tapi dia malah sibuk mau mengantar jemput kamu yang sibuk les. Awalnya aku pikir dia Paman yang terlalu sayang Ponakan, sampai suatu hari aku melihat dia tersenyum manis saat melihat foto kalian berdua. Tidak ada Paman manapun yang akan melakukan hal itu. Dia sangat mencintaimu. Dan kamu adalah satu-satunya orang yang tidak rela ditinggalkannya."
Air mata Darren pecah kembali. Dia bodoh sekali! Dia seharusnya tahu... sejak mereka pertama berciuman, seharusnya dia tahu!
Dengan sifat Kevin, dia bisa bermain dengan sembarangan pria. Tapi mana mungkin dia mempermainkan dirinya!!!
Darren, biasanya kamu menyebut dirimu sebagai orang cerdas yang dapat memahami pikiran semua orang, tapi kenapa sampai sekarang kamu baru dapat memahami hatinya?!!
Orang dalam diary itu... Benar! Diary itu!