*** Awalnya kebingungan menyelimuti Una kala Bagus mengatakan tujuan lelaki itu membawanya ke rumah orang tuanya. Untung Opi menghubunginya tepat waktu, sehingga ia bisa melarikan diri dari kebingungan itu. Una merasa Bagus semakin aneh saja, untuk apa memangnya lelaki itu tiba-tiba mengenalkannya pada kedua orang tuanya? Memangnya mereka memiliki sebuah hubungan yang istimewa? Tck! Selamanya mereka adalah mantan yang memiliki dendam dan kebencian. Una tidak sudi menerima perubahan sikap Bagus seperti ini. “Nggak masuk akal!” ujar Una di dalam taksi pesanannya. Ekspresi wajah Una mendadak khawatir. “Astaga!” pekiknya saat tiba-tiba mengingat di mana sekarang dirinya berada. Taksi mewah yang ia naiki ini pasti akan menguras kantongnya hingga mengering. Una gelisah, ia menoleh ke a

