18. Yogyakarta (2)

1244 Kata
"Merapi tak akan pernah ingkar janji. Aku tidak akan pernah mau ingkar janji, seperti merapi yang selalu setia pada kami, yang memberi keindahan pada bumi." -Raffasya Adev Azain. --------------------------------------------- Pagi ini Vania sudah siap dengan sweater putih dan rok tutu selutut berwarna baby pink. Rambut curly-nya diurai cantik dengan polesan make-up seperlunya. Hari ini Adev berjanji akan mengajak Vania menuju salah satu gunung yang ada di Yogyakarta, Gunung Merapi. Mereka bukan pendaki yang akan mendaki. Mereka hanya akan melihat tempat wisata di merapi menggunakan jeep. Selang beberapa menit menunggu Adev, pintu kamar Vania diketuk. Vania langsung meraih sling bag berwarna baby pink yang senada dengan roknya. Ia berjalan membuka pintu, menampilkan wajah Adev dengan senyum manis. Tanpa banyak bicara Adev langsung menggenggam tangan Vania. Membawanya keluar lorong hotel. Sesampainya di luar hotel, terdapat mobil jeep tanpa atap, berwarna hitam. "Kita akan keempat tempat di Merapi, berkeliling menggunakan ini," kata Adev menunjuk mobil jeep berwarna hitam tersebut. "Mari, Mba." Supir jeep tersebut berkata seolah memerintah Vania menaiki jeep. Adev membantu Vania menaiki jeep tersebut dengan mengulurkan tangannya sebagai tumpuan Vania. Gadis itu meraih tangan Adev, lalu menaiki jeep tersebut dengan satu tangan lain memegang sisi mobil. Adev pun langsung menaiki mobil jeep itu. Mengaitkan helm jeep berwarna kuning kepada Vania. Vania tak henti-hentinya tersenyum saat jeep meluncur membelah jalanan daerah istimewa. Menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya. Gadis itu sangat menikmati perjalanannya. *** Jeep memasuki Jalan Petung Merapi, Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman. Supir jeep memarkirkan jeep di parkiran yang sudah tersedia. Adev langsung turun dari jeep dan membantu Vania untuk turun juga. Senyum Vania kian melebar begitu melihat museum yang menjadi bukti saat Merapi erupsi tahun 2010. Museum Sisa Hartaku adalah museum milik warga yang mengumpulkan harta-hartanya yang tersisa akibat letusan Gunung Merapi. Berada di museum tersebut pengunjung bisa melihat ember, gelas, piring, dan berbagai peralatan rumah yang nyaris meleleh. Tulisan 'Merapi tak pernah ingkar janji' pun ada di museum sisa hartaku. Sisa-sisa bukti keganasan lava panas erupsi Gunung Merapi pada 2010 silam, tersimpan di Museum Gunung Merapi Yogyakarta. "Yang khas dari tempat ini adalah tulisan-tulisan yang dicoret di dinding yang menggambarkan kesedihan sang pemilik rumah saat bencana Merapi membuat harta bendanya sudah tak bersisa," ucap pemandu wisata, menjelaskan semua tempat serta kejadian-kejadian di museum ini. Setelah berkeliling dan mendengarkan kejadian di museum sisa hartaku pemandu wisata mempersilahkan para wisatawan untuk foto di berbagai spot foto. "Mas tolong fotoin ya," pinta Vania pada pemandu wisata sembari memberikan kameranya. Vania dan Adev foto berdua di depan sisa-sisa perabotan yang hampir meleleh. Terdapat banyak gaya yang pemandu wisata tangkap saat foto. Berlari dari spot satu ke spot lainnya. Memberi berbagai macam gaya dan menunjukan bahwa mereka bahagia. "Baik, silahkan kalian semua menuju jeep. Kita akan ke omahku memoriku," ucap pemandu wisata. Adev dan Vania menaiki jeep dengan senyum yang tak pernah luntur. "Kamu bahagia, Van?" tanya Adev saat memasuki wilayah terjal dengan bebatuan-bebatuan yang mencekam. "Sangat bahagia," balas Vania dengan senyum yang makin mengembang. "Aku sayang kamu, Van," bisik Adev tepat di telinga Vania. "Aku juga sayang kamu, Dev. Makasih kamu selalu ada buat aku, makasih segalanya," bisik Vania tepat di telinga Adev juga. "Lima tahun lagi," kata Adev sambil menunjukan lima jari di tangan kanan Adev, membuat Vania menekuk dahinya—tak paham. "Kamu jadi istriku," lirih Adev lagi yang dibalas kekehan oleh Vania. "Tapi aku gak mau," ledek Vania. "Yakin?" "Yakin lah." "Oh jadi pengin dicepetin? Kapan? Lulus SMA?" Adev meledek Vania. "Idih, gak mau sampai kapanpun." "Yakin gak mau? Kok pipinya tomat gitu?" "Dev!" "Van." "Apa sih, Dev?" "Jangan teriak, nanti aku tambah suka," sahut Adev. "Udah deh, diem!" Mereka kini telah sampai di omahku memoriku. Omahku memoriku merupakan sebuah rumah yang rusak akibat kemarahan Gunung Merapi 2010. Di tempat ini pengunjung bisa melihat berbagai rupa benda-benda nyaris meleleh akibat panasnya muntahan gunung dengan ketinggian 2930 mdpl tersebut. Di sana ada sebuah rumah yang telah hancur akibat erupsi merapi dan kini menjadi museum. Ada banyak foto dan barang-barang asli yang menjadi korban dahsyatnya erupsi merapi. Rumah Mbah Marijan yang ikut terkena erupsi merapi juga ditampilkan dalam foto di museum tersebut. "Menikmati Merapi tidak harus dengan melihat wujudnya yang gagah secara langsung. Menikmati Merapi juga bisa dilakukan dengan mengunjungi jejak sejarah bagaimana ketika ia sedang marah," tutur pemandu wisata sembari menjelaskan segala macam isi rumah tersebut. Seperti saat berada di museum sisa hartaku, di sini pun sama. Pengunjung dipersilahkan foto sebagai kenang-kenangan. Adev dan Vania pun berfoto ria di setiap spot. "Aku bahagia bisa ke kota favoritku sama kamu." Adev berkata dengan mengacak rambut Vania. "Aku juga bahagia." *** Perjalanan Merapi Lava Tour yang berlokasi di Kaliurang, tepat di kaki Gunung Merapi, bukan hanya tentang serunya menikmati pengalaman menaiki mobil jeep. Dengan medan yang cukup bergelombang, perjalanan Merapi Lava Tour menggunakan jeep cukup menantang adrenalin. Tak hanya itu saja, para wisatawan juga dibawa ke peninggalan pilu sisa-sisa erupsi merapi pada 2006 dan 2010 dan tempat bersejarah lainnya. "Kawasan wisata Batu Alien di Dusun Jambu, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Kawasan wisata Batu Alien di Dusun Jambu, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Wisata Lereng Merapi terus bermunculan pasca erupsi Gunung Merapi tahun 2010 silam. Masyarakat sekitarpun terus mengembangkan kawasan wilayah di sekitar lereng merapi menjadi tujuan pariwisata di Sleman. Panorama pegunungan dengan bentangan perbukitan nan sejuk serta megahnya Gunung Merapi, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di lereng Merapi," jelas pemandu wisata. "Salah satu tempat yang Anda kunjungi saat ini ialah kawasan wisata Batu Alien. Sebuah batu besar yang terbawa lahar panas akibat erupsi Merapi pada tahun 2010 silam, ditemukan seorang warga. Menurut wakil kepala pengelola wahana di kawasan wisata tersebut, warga yang menemukan batu besar tersebut menganggap mirip menyerupai wajah sebuah makhluk yaitu Alien. Lalu pada tahun 2011 silam, atas ide para warga sekitar mulai didirikan kawasan wisata yang bernama Batu Alien," jelasnya lagi. "Di kawasan wisata batu Alien, kamu bisa menikmati suasana sejuk lereng pegunungan. Panorama megahnya Gunung Merapi bisa terlihat dengan jelas di sisi utara. Jangan lupa menikmati keindahan ini dengan sosok yang istimewa," ledek Adev. Vania terkekeh mendengar ledekan Adev. "Apa sih, Dev?" "Jangan pernah ninggalin aku ya, Van?" pinta Adev lembut. "Gak akan, Dev." "Selain menikmati suasana alam dan panorama keindahannya, di kawasan wisata Batu Alien, Anda dapat menikmati spot-spot foto yang disediakan satu di antaranya ada sebuah gardu pandang dengan latar belakang Gunung Merapi yang megah, yang tentunya akan menghias indah pada frame kamera Anda. Jadi, kami berikan waktu untuk Anda berfoto." Seperti biasa, Adev dan Vania berfoto ria memenuhi memori kamera dengan sejuta kenangan. Tempat terakhir di hari kedua bersama Merapi ialah Bunker Kali Adem yang berada di Kinarejo, Pakem, Sleman. Bunker Kali Adem sejatinya sebuah tempat yang sudah dibangun sejak era kolonial sebagai tempat berlindung dari bencana letusan Gunung Merapi. Namun, bunker ini menyisakan kisah tragis, di mana pada tahun 2006 justru menjadi tempat dua orang tewas terpanggang akibat letusan yang kemudian membuat Bunker Kali Adem terpendam selama tiga tahun. Setelah semua selesai, jeep membawa Adevania bermain air. Melewati batuan terjal dengan tebing yang mencekam dan langkah mobil yang nampak ugal-ugalan. Lalu, menceburkan jeep ke salah satu genangan air. Melanjutkan lagi menuju genangan air yang lain, membuat pakaian yang mereka kenakan basah kuyup. Tak lupa membuat mereka tertawa bahagia. "Merapi menjadi inspirasi untuk tak pernah ingkar janji. Untuk tetap menjaga hati, dan tak pernah membiarkan dirimu pergi," kata Adev pada Vania. Hari kedua di Yogyakarta membuat kenangan indah yang tak akan terlupa bersama Merapi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN