Bicara Dengan Seseorang

1769 Kata

Suara itu seketika menghentikannya dari tangis dan rasa sakit yang terasa di lututnya. Belum lagi ada usapan hangat yang terasa membelai kepala dan membuat Flo mendongak. “Papi,” panggilnya dengan nada bergetar. Wajah Papi sayu, sekaligus hangat. Sehangat sinar mentari jam tujuh pagi. Dengan kedua tangannya Papi membantu Flo meluruskan kakinya. “Nggak apa-apa. Jatuh saat belajar naik sepeda itu biasa,” ucap Papi kemudian mengeluarkan sapu tangan dari saku jaketnya. “Dulu, waktu Papi belajar naik sepeda juga kayak kamu. Jatuh terus, terus Papi nangis kenceng banget. Malah lagi kenceng dari tangis kamu sekarang.” Mendengar itu Flo tersenyum kecil. “Tapi, Kakek kamu bilang gini ke papi. Tidak ada cara yang instan untuk bisa mencapai tujuan. Semuanya harus pakai proses. Tak jarang proses

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN