Zean menatap wajah Aurora yang masih tampak sembab, lalu menggenggam tangan ibunya erat. “Mommy… kita bakal tinggal di mana nanti?” tanyanya pelan, suaranya penuh rasa ingin tahu tapi juga kekhawatiran kecil yang berusaha ia sembunyikan. Aurora menunduk, mencoba menenangkan getaran di dadanya. Di tepi jalan, angin sore meniup lembut rambutnya dan dua anak kecil di sampingnya. “Kalian tenang aja, sayang. Mommy udah punya rencana. Kita bakal cari tempat baru yang nyaman, yang ada jendela besar buat kalian lihat bintang,” ujarnya dengan senyum hangat yang berusaha ia pertahankan. Zoya yang sedari tadi memeluk boneka kelincinya langsung bersinar matanya. “Yang ada taman juga ya, Mommy! Biar Zoya bisa main ayunan!” Zean ikut menimpali, dengan nada sok dewasa tapi tetap polos. “Dan tempat t

