Siapa Daddy Kami

1124 Kata

“Tunggu, Nona!” panggil resepsionis tepat saat Aurora hendak melangkah pergi dari lobi apartemen. Aurora berhenti. Hatinya masih berat, tapi ia menoleh dengan sopan. “Ya?” Resepsionis tampak sedikit ragu. “Sebenarnya… baru saja ada konfirmasi. Ada satu unit kosong. Tapi—” “Saya ambil,” potong Aurora cepat, nadanya tenang tapi tegas. “Berapa pun biayanya, saya akan bayar.” Resepsionis sempat tercengang melihat keyakinan wanita itu. “Baik, kalau begitu. Tolong isi data sebentar.” Beberapa menit kemudian, semua proses selesai. Resepsionis menyerahkan kartu akses berwarna hitam elegan. “Ini, unit 2902. Petugas kami akan mengantar Anda ke sana.” “Terima kasih,” ucap Aurora dengan nada tenang namun terdengar lega. Seorang pria bernama Dimas datang menghampiri. “Selamat malam, Nona Aurora

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN