Episode 67 Terimakasih Teman

1059 Kata

Episode 67 Keesokan harinya, kabar yang dinanti justru datang seperti tamparan. Begitu Ibnu tiba di NICU pagi-pagi, ekspresi wajah dokter dan perawat yang menemuinya sudah cukup membuat hancur hatinya. "Kondisinya menurun semalam, Pak Ibnu," kata dokter yang bertugas, suaranya datar namun penuh beban. "Fungsi paru-parunya masih sangat lemah. Kami sudah meningkatkan bantuan oksigen, tapi... yang bisa kita lakukan sekarang adalah memantau dan berharap." Ibnu terpaku di depan inkubator. Bayinya terlihat lebih pucat, gerakannya hampir tak terlihat. Bunyi monitor yang sebelumnya stabil, kini terdengar lebih sering memperingatkan dengan nada yang mengiris hati. Ia tidak sanggup lama-lama, ia harus memberitahu Raimas. Dengan kaki gemetar, ia kembali ke kamar istrinya. Raimas, yang sudah sedik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN