Episode 66 Bayi Tanpa Nama

1298 Kata

Episode 66 Ibnu menelan ludah, genggaman tangannya sangat erat pada jari-jari istrinya. Raimas menatapnya, matanya yang lelah penuh dengan pertanyaan dan harapan yang membuat d**a Ibnu terasa sesak. “Minum dulu, Nak,” ibu Raimas mendekat, menyela keheningan yang mencekam. Dengan lembut, ia menyodorkan segelas air dengan sedotan ke bibir putrinya. Raimas menyesap sedikit air, tapi pandangannya tidak lepas dari Ibnu. “Bayi kita... mana, Kak?” ujarnya sekali lagi, suaranya sedikit lebih kuat, namun masih tersayat-sayat. Perlahan Ibnu membuka suara, mencari kata-kata yang tidak akan menghancurkan hati istrinya, namun tetap harus jujur. Ia tidak bisa berbohong. Ini adalah kenyataan mereka. Sambil menundukkan pandangan dan mengeratkan genggaman pada tangan Raimas, Ibnu mulai menjelaskan den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN