Episode 65 Dua jam terasa seperti dua tahun bagi Ibnu, yang mondar-mandir di depan ruang IGD, pandangannya terus terpaku pada pintu yang tak pernah terbuka. Hati dan pikirannya terus dihantui oleh bayangan Raimas di balik pintu itu, berjuang tanpa dia di sisinya. Beberapa orang yang datang untuk mendonorkan darahnya untuk Raimas dengan sukarela telah tiba, namun hingga sekarang, belum ada kabar pasti dari dalam. Ibnu merasakan harapan yang mulai terkikis oleh ketakutan. "Apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana, Rai?" bisiknya lirih, seolah berharap angin bisa membawa pertanyaan itu ke telinga istrinya. Tangannya bergetar saat ia mengepal, mencoba meredam gejolak emosi yang semakin tidak bisa ia tahan. “Aku nggak ngerti... Kenapa lama sekali?” Ibnu bergumam lagi, kali ini suaranya leb

