Ibnu harap-harap cemas menunggu Raimas di dalam kamar mandi. Sedangkan di luar, ditunggui juga oleh kedua orang tua Raimas. Pagi yang begitu menegangkan. Ibnu dan ayahnya sudah siap hendak berangkat ke kantor, tapi mereka sedang atusias menunggu hasil tes yang sedang Raimas lakukan. Raimas keluar dengan wajah berseri-seri. Ia menyerahkan satu alat tes kehamilan yang menunjukkan garis merah. Tak ayal, mereka semuanya mengucap syukur bersamaan. Bahkan ibu sampai bersujud syukur. Suasana sangat mengharukan. Cucu yang sangat di tunggu-tunggu oleh kedua keluarga besar. Cucu pertama untu keluarga Raimas dan Ibnu. “Kamu berhenti kerja saja ya, kalau bosan kamu bisa ke Rai Rakha. Kerja di Atrust lebih cape dari pada ngurus studio sendiri.” Ibnu langsung memutuskan pekerjaan Raimas supaya berhe

